oleh

Fasilitasi Pasien Penyakit Kronik Lewat Pendekatan Psikis

PALEMBANG – Mengidap penyakit kronik tentunya suatu hal yang paling tidak diinginkan pasien. Bahkan, ada sebagian besar pasien yang stres lantaran penyakitnya tak kunjung sembuh meskipun sudah mengonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk mengurangi stres pada pasien, tentunya dibutuhkan hal-hal yang dapat mengurangi rasa tersebut. Salah satunya dengan melakukan pendekatan psikis kepada pasien yang dilakukan oleh seseorang maupun tenaga kesehatan.

Hal inilah yang menjadi landasan pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Ar Rasyid Palembang mengadakan seminar palliative and psychosomatic care kepada para dokter, tenaga kesehatan Puskesmas, mahasiswa, dan juga peserta umum. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Diklat RSI Ar Rasyid Palembang, Sabtu (13/4), diikuti oleh 118 peserta dengan tema yang diangkat yakni meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronik progresif melalui pelayanan paliatif dan psikosomatik.

Menurut Ketua Panitia Seminar, dr Vindita Mentari, pasien pengidap penyakit kronik sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama keluarga dan tenaga kesehatan dalam hal ini dokter dan perawat. Untuk memberikan dukungan, pasien harus dilakukan pendekatan terlebih dahulu lewat psikisnya maupun kerohaniannya.

“Jadi untuk pasien-pasien yang tidak hanya pasien lanjut usia dan juga mengidap penyakit-penyakit kronik seperti kanker, kencing manis, darah tinggi, kebanyakan kan dari mereka bergantung pada obat-obatan dan banyak yang merasa tidak ngefek diberikan obat-obat tersebut. Disini paliatif itu ya meningkat kualitas hidupnya secara psikosomatiknya, yakni kita mengobati stresnya, depresinya, untuk pasien-pasien yang berada di stadium akhir,” ungkap Vindita.

Dia berharap, ke depannya pasien-pasien itu punya kesadaran untuk meningkatkan hidupnya dan jangan pasrah. Kemudian, untuk tenaga kesehatan apalagi peserta seminar dari pihak puskesmas supaya memberi tahukan ke masyarakat bahwa RSI Ar Rasyid memfasilitasi keadaan pasien yang penyakit-penyakit kronik.

Adapun narasumber yakni dr M Ali Apriansyah yang merupakan Ketua Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik Indonesia cabang Sumsel serta Anggota dan Pengurus Masyarakat Paliatif Indonesia Pusat. Kemudian, dr Imelda Veronica, yang merupakan anggota PAPDI Sumsel dan anggota IDI Sumsel, serta NS Sri Mariatun yang merupakan dosen program studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FK Unsri.

Sebelum menggelar seminar, pihak RSI Ar Rasyid Palembang mengadakan peresmian Klinik Paliatif, Psikosomatik dan Launching Medical Check Up Center. Peresmian tersebut dilakukan Wagub Sumsel, Mawardi Yahya. Dia menilai, RSI Ar Rasyid merupakan salah satu rumah sakit swasta yang mampu menyiapkan sejumlah fasilitas untuk pasiennya. Dan ke depan diharapkannya pelayanan terbaik dapat dinikmati kalangan pasien.

“Apa yang telah diperbuat RSI Ar Rasyid, kita harapkan dapat membuat pasiennya nyaman, dan kinerja medis dan paramedisnya dapat lebih bagus lagi,” harap Mawardi.

Keberadaan RSI Ar Rasyid yang memberikan pendidikan bagi calon perawat juga diharapkan Wagub,  dapat melahirkan perawat yang handal sehingga dapat mengabdikan diri pada masyarakat.

“Keberadaan rumah sakit  bukan hannya mengobati orang sakit secara fisik saja, namun yang lebih dari itu terkait dengan kejiwaan atau secara mental,” kata Mawardi.(ety)

Komentar

Berita Lainnya