oleh

Festival Permainan Anak Tradisional

PALEMBANG – Memperingati Hari Anak Nasioanal dan Internasional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang dan Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia (FORMI), mengadakan Festival Permainan Anak Indonesia yang ke 5 di pelataran Monpera Palembang (21/7).

Ada beberapa permainan anak tradisional yang dipermainkan di Monpera. Seperti, bakiak batok, hulahop, engrang, rangka alu, yuyu, bakiak panjang, congklak, giring ban dan masih banyak lagi permainan anak tradisional lainnya.

“Tujuan diadakannya Festival Permainan Anak Tradiaional adalah untuk kembalikan kejayaan permainan tradisional. Dulu permainan ini sempat diminati dan dicintai anak-anak kita. ”Tapi sekarang sudah mulai pudar tergerus teknologi”,. Ujar Isnaini Madani Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Turut hadir diacara tersebut Gubernur Sumsel H.Herman Deru, TP-PKK Sumsel Hj Febrita Lustia , TP-PKK Kota Palembang Selviana Harnojoyo, staf ahli Walikota Palembang bidang Pemsos Nas HK.Sadaruddin, staf ahli walikota Palembang bidang pariwisata Babe Erlan, Disbudpar Aufa Syahrizal Syarkomi Duta Literasi Sumsel Percha Leanpuri, Ketua Formi Fachmi dan seluruh dewan guru serta tamu undangan yang hadir.

“Kepada para jajaran pemerintah untuk memberi perhatian lebih terhadap festival anak. Kita harus apresiasi dalam kapasitas kita sebagai orang tua dan kapasitas kita sebagai pemerintah. Hari ini (21/7) kota Palembang mengadakan Festival Anak yang ke 5, saya harap Festival Anak ini dapat menular di Kabupaten kota lain sehingga anak-anak menjadi diperhatikan,” Terang Herman Deru Gubernur Sumsel.

Permainan anak tradisional mengajarkan anak-anak kita bahwa dalam permainan ini mengandung 3 hal. Yaitu, menanamkan silahturahmi, mengasah otak agar selalu berpikir dan olahraga.

Pendahulu kita dan para leluhur kita menciptakan permainan-permainan tradisional ini adalah suatu kebanggan kita dan kita harus lestarikan.(tj)

Komentar

Berita Lainnya