oleh

FH Unsri-Arab East Studies Jalin Kerjasama

PALEMBANG – Masalah di negara Islam sama dengan akar masalah di negara Arab lainnya yakni negara Islam umumnya bekas penjajahan negara-negara adi kuasa seperti Inggris, Belanda dan negara maju lainnya. Dari sebuah diskusi, Dr Ali Husen Sadiq selaku presiden Pusat Pembelajaran Arab Timur meminta semua negera Islam bersatu lawan negara maju demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini diungkapkan Dr Ali Husen Sadiq dalam kuliah umum di Hall Fakultas Hukum Tower 8 Fakultas Hukum Unsri Kampus Palembang, yang disambut antusias oleh mahasiswa hingga tamu undangan.

“Dampaknya bisa dirasakan dengan adanya dua aliran sekuralisme ingin memaksakan apa yang diyakini oleh aliran itu sendiri,” kata Ali, Jumat (25/1). Ali mengakui keberadaan minyak bumi di Timur Tengah dengan jumlah 75 persen produksi minyak bumi di dunia justru menjadi masalah baru karena umumnya negara Islam masih terbatas dalam masalah pembanguan.

Keterbelakangan dalam bidang industri, pertanian yang dialami seluruh negara Islam di dunia. Oleh karena itu negara Islam menemukan industri modern negara maju tidak mau memberikan teknologi pada negara Islam.

Sedangkan dari sisi politik sendiri kata Ali, negara Islam juga timbul masalah baru karena pemerintahan tidak menggambarkan pemerintahan, tidak demokratis karena terbukti melalui pemilu yang selalu terjadi kecurangan sehingga tidak menggambarkan kemajuan yang diharapkan rakyat.

“Melalui kuliah umum ini ia mengharapkan agar ke depannya bisa ditindak lanjuti menjadi suatu hubungan yang serius pada kedua pihak yakni Irak dan Indonesia karena Indonesia cukup maju bidang industri, pertanian, dan harga jual di Indonesia dipandang masih baik sehingga bisa menjadi peluang yang baik untuk mendatangkan investor asal Irak ke Indonesia karena Irak memiliki potensi investasi yang sangat besar dengan sumber daya minyaknya,” ujarnya.

Dari sisi akademik Dr Febrian SH MS sangat senang dengan kegitan ini. Tak tanggung-tanggung, selain kuliah umum FH Unsri dan President of the Center of Arab East Studies langsung membuat kesepakatan penandatanganan kerjasama sebagai Reviewer Jurnal internasional Sriwijaya Law Review. Selain ini Dekan FH Unsri juga mengharapkan pentingnya kerjasama bidang penelitian dan publikasi serta pertukaran mahasiswa S1, S2, S3, dan dosen. (ril)

Komentar

Berita Lainnya