oleh

FI, Untuk Kali Pertama Sejak 65 Tahun, GP Monaco Resmi Batal

Sejarah’ itu tercipta. Untuk kali pertama sejak 1955 atau 65 tahun lalu, Monaco tidak menggelar grand prix Formula 1.

Hari ini, Monaco membatalkan balapan mobil paling elite tersebut karena imbas wabah virus Covid-19.

Sebelumnya, FIA dan Formula 1 menyatakan balapan GP Monaco yang berlangsung pada Mei 2020 itu ditunda. GP Belanda dan Spanyol yang dijadwalkan pada bulan yang sama juga ditunda.

Namun, Automobile Club de Monaco (ACM) memutuskan untuk tidak hanua menunda. Namun, sekalian membatalkan balapan ikonik sirkuit jalan raya tersebut.

Keputusan ini diumumkan pada hari yang sama ketika Pangeran Albert II positif terinfeksi virus korona.

Monako kali pertama kali menggelar GP pada 1929. Dan sejak 1955, tak pernah absen dari kalender F1 tiap tahunnya.

ACM beralasan bahwa adanya pandemi Covid-19, lalu ketidakjelasan dampaknya terhadap ajang Formula 1, partisipasi tim, dan juga kebijakan negara-negara di dunia adalah alasan pembatalan GP Monaco.

Ini ditambah dengan dampak ekonomi. Juga ketersediaan jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk mendukung jalannya balapan.

“Tak ada situasi yang memungkinkan lagi untuk menggelar ajang ini tahun ini,” kata ACM.

Grand Prix Azerbaijan pada 7 Juni 2020 kemungkinan akan menjadi seri pembuka F1 musim ini setelah tujuh seri awal ditunda atau batal.

Sebelumnya, FIA telah memutuskan untuk memajukan sesi libur musim panas ajang Formula 1 yang biasanya berlaku pada Agustus menjadi Maret dan April. Liburan yang biasanya berdurasi 14 hari menjadi 21 hari.

Federasi Otomotif Internasional (FIA), F1, dan sepuluh tim kompetitor juga sepakat menunda penerapan regulasi teknis F1 pada 2021 ke 2022.

Musim 2021 sedianya menyaksikan perombakan besar-besaran regulasi terkait desain baru mobil F1. Harapannya adalah F1 mampu memperketat persaingan dan memangkas jarak antara tim kaya dan yang berbujet lebih rendah.

Sementara itu, regulasi finansial yang membatasi anggaran keuangan tiap tim, akan tetap diterapkan mulai tahun depan.(jp)

Komentar

Berita Lainnya