oleh

Fikri (19), Pendaki dari Jambi yang Hilang di Puncak Dempo dimata Ibundanya

Fikri (19), pendaki asal Bungo Provinsi Jambi dikenal sebagai anak yang aktif. Ia gemar berpetualang di air berjeram lalu naik gunung. Ia juga dikenal sebagai anak yang penyayang.

ALMI DIANSYAH – SUMEKS.CO

HASNAH (45), tak bisa membendung air matanya. Ibunda Fikri ini tertunduk sembari sesenggukan. Ia menyapu air matanya dengan ujung jilbabnya yang bewarna hitam. Ini ketika dia mendengar ada penemuan jenazah di bibir kawah Merapi Dempo. “Ini mungkin sudah jadi janji Allah kepada Fikri,” ujar Hasnah, ketika ditemui di Tugu Rimau, Gunung Dempo kemarin

Kabar tentang ditemukannya dua jenazah tergeletak di bibir kawah Merapi Dempo memang sudah didengar Hasnah. Meski identitas jenazah belum dipastikan, Hasnah bergegas ke Tugu Rimau yang dijadikan jalur evakuasi. Berbeda dengan Hasnah yang tetap menunggu, keluarga Jumadi nampak tak terlihat lagi. Kata Hasnah, keluarga Jumadi sudah pulang ke Bungo, Jambi, Jumat pekan lalu.

Siang kemarin, Hasnah duduk di bawah bangunan beratap di dekat Tugu Rimau. Hasnah didampingi anak perempuannya, Yuza. Sama seperti Hasnah, adik Fikri ini juga tak bisa menahan sedih. “Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,”ujar Hasnah.

Hasnah lalu mengingat Jumat pekan pertama ketika menginap di Kampung IV Gunung Dempo Pagaralam. Hari itu, seingat Hasnah, dirinya bermimpi sedang mengobrol dengan Fikri. Obrolannya ini dirasa Asnah seperti nyata. “Ma, jemput abang di shelter II,” ujar Hasnah menirukan pesan Fikri. Hasnah terbangun dan menengok jam menunjukkan pukul 03.00 WIB.

Mengingat Fikri, membuat Hasnah terkenang dengan aktivitas anaknya itu. Di matanya, Fikri merupakan anak yang sangat aktif. Jika tak ada musibah ini, Hasnah bilang, pada 1-5 Desember nanti, Fikri akan berangkat ke Kabupaten Kerinci. Di sini Fikri akan menjadi juri arung jeram. “Abang pernah menjadi atlet balap sepeda untuk Porprov utusan Bungo,” ujar Yuza, adik Fikri.

Di luar aktivitas di luar ruangn itu, sejatinya Fikri bercita-cita menjadi seorang polisi. Maka, selepas tamat SMA, Fikri kata Hasnah, ikut tes polisi. “Tapi, gagal. Karena ada parises di kakinya,” ujar Hasnah. “Ini rencananya dia mau tes lagi,” tambahnya.

Selain relawan, kawasanTugu Rimau Gunung Dempo yang indah itu kemarin memang nampak diramaikan para wisatawan. Tapi suasana ini tak sepenuhnya mampu mengibur suasana hati Hasnah. Ia nampak tegar, walaupun hatinya sejatinya tengah bergejolak. “Pulangkan anak saya ya Allah,” mungkin demikian doanya kepada Allah SWT. (*)

Komentar

Berita Lainnya