oleh

Firman Septian Berharap Bukan Cuma PHP

JAKARTA – Pemain Sriwijaya FC berharap lampu hijau yang diberikan Kepolisian bisa dimanfaatkan betul oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka bisa meyakinkan Kepolisian agar surat izin keramaian untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 terbit. Dengan begitu, kick off pertandingan resmi bisa dilakukan.

“Semoga aja cepat dapat surat izin, gak cuma PHP (pemberi harapan palsu, red) lagi. Rasanya pengen cepat kembali lagi merasakan pertandingan yang sebenarnya,” terang winger Sriwijaya FC, Firman Septian.

Wajar jika Firman penasaran dengan kompetisi domestik. Sebab, sudah hampir setahun Indonesia bebas kompetisi. Sejak dihentikan kompetisi pada 16 Maret 2020, PSSI tidak bisa memutar kompetisi. Dua kali rencana memutar kompetisi pada awal Oktober dan November 2020 juga kandas karena izin keramaian dari Kepolisian tidak terbit.

Polisi punya alasan kuat kenapa tidak terbitkan izin keramaian. Mereka mendukung program Pemerintah menekan laju Covid 19. Makanya, ketika Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berikan lampu hijau kepada PSSI dan LIB untuk mengurus izin keramaian, menjadi babak baru kompetisi nasional.

Sekalipun bagi pemain, lampu hijau itu belum menenangkan. “Bagus dapat lampu hijau dari Pak Kapolri. Kita sebagai olahragawan sangat senang. Namun hal seperti ini sebenarnya belum menenangkan kami,” ungkap bek senior Sriwijaya FC Ambrizal.

Ambrizal mengaku, bagi pelaku olahraga ketenangan itu muncul ketika ada kepastian dari penyelenggara. Kepastian tanggal juga kepastian timeline pelaksanaan kompetisi. Semua itu wilayahnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“Kami baru bisa tenang jika sudah ada pengumuman tanggal pelaksanaan kompetisi. Tanggal kick-off-nya,” tukas Ambrizal. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya