oleh

FISIP Unbara Sudah Cetak 1.000 Sarjana

BATURAJA TIMUR – Di umurnya yang 11 tahun, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja (Fisip UNBARA) sudah mencetak lebih dari 1.000 sarjana. Yang tersebar dan diserap lapangan pekerjaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh dekan FISIP Unbara Dra Umi Rahmawati M.Si. Pada Yudisium Sarjana XIV FISIP, Sabtu (13/4) lalu, di auditorium Unbara. Yudisium ini dihadiri Rektor Unbara Dr Bambang Sulistyo M.Pd, Wakil Rekrot, Dekan, Kepala Lembaga, Kaprodi di lingkungan unbara serta orang tua/wali mahasiswa.

Dikatakan mantan Ketua KPU Kabupaten OKU ini. 11 tahun Fisip berdiri. Dari dua program studi (Prodi) yang dimiliki yakni Prodi Ilmu Pemerintahan dan Prodi Ilmu Komunikasi. Masing-masing sudah mencetak 461 sarjana Ilmu Komunikasi dan 563 sarjana Ilmu Pemerintahan. Total sudah 1.024 sarjana lahir di fakultas ini.

“Dari catatan kita sudah lebih dari 1.000 sarjana alumni dari Fisip. Kini sudah tersebar di dunia kerja. Baik di pemerintahan, swasta, BUMN, media massa, perbankan. Dan banyak yang menjadi kepala desa, politisi dan sebagainya,” kata Umi.

Ditambahkannya, pada yudisium XIV kali ini, Fisip kembali melepas 70 sarjana baru. Yang terdiri dari 41 sarjana dari prodi Ilmu Pemerintahan dan 29 sarjana dari prodi Ilmu Komunikasi.

Umi berharap, 70 sarjana baru ini mampu bertanggung jawab atas gelar yang sudah disandang. Menurutnya menyandang status sebagai sarjana juga didampingi oleh peran dan kewajiban untuk membawa perubahan di lingkungan.

“Terutama yang sebelumnya merupakan mahasiswa murni (belum bekerja), kalian akan dihadapkan dengan dunia kerja. Dalam menghadapi masa depan ini harus ada sikap optimis. Seorang sarjana tidak boleh mengeluh apalagi menyalahkan orang lain dalam kegagalan anda. Karena masa depan anda tergantung dari sikap dan cara kita sendiri, bukan ditentukan oleh orang lain,” kata Umi.

Umi juga meminta para alumni untuk tetap menjaga nama baik almamater. Serta bersikap baik kepada orang tua dan lingkungan masyarakat. Setelah menyandang gelar sarjana bukan berarti paling hebat dan berhenti belajar.

“Sebaliknya jadikanlah lingkungan sebagai laboratorium untuk belajar yang sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unbara Dr Bambang Sulistyo M.Pd juga mengungkapkan. Untuk menuntaskan pendidikan strata 1 bukan waktu yang singkat. Namun membutuhkan waktu yang cukup panjang dan pengorbanan bukan pengorban yang kecil, dan saya tahu itu.

“Hal ini juga berkat dorongan dan dukungan orang tua. Oleh karena itu, yang suksesnya diantarkan oleh tua dan walinya hari ini berterima kasih. Dan hargailah jerih payah oramg tua kalian,” kata Bambang.

Dikatakan Bambang, sebelum meninggalkan kampus tersebut. Ada dua peristiwa penting yang harus diikuti oleh sarjana baru yakni pembekalan sarjana baru dan wisuda.

“Pesan saya, terus kembangkan ilmu pengetahuan dan tempuhlah pendidikan setinggi mungkin. Kita akan di cari oleh profesi yang berhubungan dnegan keilmuan kita. Apalagi saat ini peluang beasiswa sangat banyak,” pungkasnya. (apk)

Komentar

Berita Lainnya