oleh

FKIP Universitas Sriwijaya Selenggarakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah 6-29 November 2020

SUMEKS.CO – Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah (Diklat PKS) yg dilaksanakan oleh Lembaga Penyelenggara DIklat (LPD) Universitas Sriwijaya (Unsri) dibuka secara resmi oleh Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. Anis Saggaf, M.S.C.E. pada  tanggal  6 November 2020 melalui Zoom FKIP Unsri. Sebelumnya, Dekan FKIP Unsri, Prof. Sofendi, M.A., Ph.D. dan Ketua Pelaksana Diklat, Dr. Hartono, M.A. (Wakil Dekan I FKIP Unsri) memberi sambutan-sambutan. Wakil Dekan I, diwakili oleh Dra. Nyimas Aisyah, Ph.D. (Wakil Dekan II FKIP Unsri).

blankDalam sambutannya, Prof.  Dr. Ir. Anis Saggaf, M.S.C.E. menyampaikan hal-hal pokok terkait Merdeka Belajar dengan memanfaatkan teknologi untuk meng-adjust dan mengadaptasi kurikulum yang dinamik  guna mendidik siswa sesuai kompetensi mereka. Sementara itu Prof.Sofendi juga Nyimas Aisyah, Ph.D. memotivasi serta mengucapkan selamat kepada KS terpilih mengikuti Diklat tersebut.

blankMekanisme penyelenggaraan Diklat PKS tersebut melalui moda daring dalam Learning Management System (LMS) Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan berlangsung selama 24 hari (6 -29 November 2020). Sebagai LPD, Unsri mendiklat sebanyak 40 kepala sekolah (KS)  TK, SD dan SMP yang terdiri atas 20 KS dari kab. OKI/OKU dan 20 KS dari Muara Enim agar menjadi KS yang hebat dan profesional. Instruktur pada kegiatan Diklat ini adalah dosen dan widya iswara yang telah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) sejak 2019 lalu dan langsung mendiklat kepala sekolah secara luring di Asrama Haji Provinsi Sumatera Selatan.

blankTahun 2020 ini, untuk penyesuaian ke moda daring, para instruktur kembali mengenyam Bimtek secara daring bagi instruktur diklat dari seluruh Indonesia. Tidak hanya instruktur, supervisor, dan tenaga teknis dari Unsri juga mengikuti Bimtek secara daring untuk dapat beradaptasi dengan diklat moda daring. Sistem pembelajarannya adalah tunggal oleh satu instruktur. Kelompok KS Muara Enim dengan instruktur Dr. Rita Inderawati, M.Pd. sedangkan kelompok KS OKI dan OKU dengan Dra. Wahyuni Apriati, M.Pd. (LPMP Sumsel) sebagai instruktur.

blankDengan adanya Diklat PKS, LPD Unsri secara daring dan menggunakan LMS menjadikan KS sebagai pemimpin mandiri dan memahami tupoksinya sebagai KS yang handal. Diklat PKS moda daring dapat membuka wawasan dan keterampilan KS dalam memanfaatkan IT secara optimal.

Untuk lancarnya komunikasi monitoring dan evaluasi diklat, Dirjen GTK menugasi Dr.Nyiayu F Fuadiah, M.Pd sebagai supervisor.

Para pengajar diklat PKS moda daring yang diselenggarakan LPD UNSRI ini  merasa senang karena peserta sangat antusias dan semua tugas yang diberikan dapat diselesaikam dengan baik oleh peserta melalui tahap-tahap pelatihan yang dimulai dengan On Job Training 1 (OJT 1) dimana para KS sebagai peserta mulai mengidentifikasi masalah di sekolah yang dipimpinnya selama 2 jam dalam waktu 5 hari. Kegiatan dilanjutkan dengan tahap In Servis Training (IST) dimana para KS memecahkan masalah yang dihadapi di OJT 1 serta menyusun good practice untuk menginspirasi KS lainnya serta merancang Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Kegiatan IST ini dilaksanakan selama 8 hari secara tatap maya di Zoom bervariasi dengan Forum diskusi dan chatting di LMS.  Kegiatan diakhiri dengan On Job Training 2 (OJT 2) yaitu pelaksanaan RPS serta refleksi pelaksanaannya selama  2 jam perhari selama 11 hari.

blankPelaksanaan Diklat PKS ini diakui para peserta sangat bermanfaat, di mana secara praktik mereka mengetahui segala sesuatu terkait persekolahan, namun secara teori dan terbimbing, mereka dapatkan dari mengikuti diklat tersebut.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Diklat PKS meningkatkan kompetensi KS sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan mendorong mereka menciptakan sekolah merdeka untuk meningkatkan capaian belajar siswa yang bermuara pada terwujudnya students wellbeing, sebuah keadaan berkelanjutan dari suasana hati dan tingkah laku yang positif, kegembiraan, dan kepuasan terhadap diri sendiri, hubungan, dan pengalaman di sekolah yang dirasakan oleh siswa secara langsung sebagai dampak dari pelaksanaan Diklat yang diikuti oleh Kepala Sekolah (RI/ WA).

Komentar

Berita Lainnya