oleh

Fokus SDM, Forum Ini Bangun Gagasan untuk Pemerintah

-Lainnya-121 views

SUMEKS.CO- JAKARTA – Indonesia sudah berusia 74 tahun. Tapi sampai saat ini, cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju belum tercapai. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara besar di dunia dengan sumber daya alam yang melimpah yang tidak dimiliki negara lain. Melihat realita ini, Forum Komunitas Pejuang NKRI menggelar Sarasehan Kebangsaan dengan tema “Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju.”

“Forum ini punya komitmen, bagaimana menunjang pemikiran yang up to date mengikuti perkembangan zaman. Memiliki SDM yang dibutuhkan saat ini. Sebab, SDM yang tidak unggul akan menjadi beban suatu negara. Selain itu, SDM yang gak berkualitas akan membuka perpecahan.

Uni Sovyet saja terpecah. Kita negara besar dari Sabang sampai Merauke belajar dari negara itu. Negera ini jangan sampai terpecah belah. Forum ini diikuti praktisi dan perwakilan dari barat sampai timur yang punya integritas merawat negeri dan menyumbang pemikiran bagi Indonesia untuk membangun bangsa besar,” ungkap Ketua Forum Komunikasi Pejuang NKRI Mudji Rahardja, sabtu (19/10).

Hadir dalam sarasehan kebangsaan yang dilaksnaakan di Hotel Century, Jakarta, Sabtu (19/10) ini Prof. Dr.Ir. I Gede Wenten, Ir. Soelaeman Soemawinata, MM, Ir.Ibnu Susilo, dan Ir. Ridwan Hisjam, MM, serta Akbar Tanjung. Akbar Tanjung menilai, prioritas pembangunan SDM yang perlu dipersiapkan adalah dari sisi ekonomi. Dengan kualitas SDM dalam bidang ekonomi tersebut, diyakini menjadi muara menjadikan Indonesia yang lebih maju.

“Kehadiran partai politik sendiri diyakini memiliki peranan untuk melahirkan SDM ang berkualitas, termasuk di bidang ekonomi yang diharapkan pertumbuhannya pada pemerintahan yang akan dilantik pada 20 Oktober bisa di atas 6 persen bersamaan dengan pemerataan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara pencipta mobil off-road FIN Komodo Ibnu Susilo berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat di pedesaan dengan menciptakan mobil lentur. Mobil yang bisa menanjak dan di jalan lurus itu diberi nama Komodo. Dengan ukuran lebih kecil, mobil ini bisa membantu masyarakat desa menjajakan hasil pertanian ke pasar terdekat. Tanpa harus tergantung pada infrastruktur. Ada berbagai versi, versi kebakaran hutan, versi angkut barang, versi angkut barang, versi militer yang dilengkapi radar, juga versi ambulans.

“Kita gak boleh hentiman teori tapi juga serapan dan kembangkan industrinya. Untuk Bangsa Indonesia, kalau l ingin miliki maka industri harus kita miliki sendiri atau bukan investor asing. Jadi ke depan, step by step kita harus mengubah menjadi negara produsen,” ujar Ibnu.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya