oleh

Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster

Palembang – Bea Cukai Palembang berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 65 ribu benih atau baby lobster dalam dua koper. Rencananya akan dibawa melalui terminal keberangkatan bandara internasional SMB II Palembang tujuan Singapura melalu handcarry, Kamis (29/8).

Petugas Bea Cukai juga mengamankan dua orang WNI berinisial Kar dan Asp. “Keduanya kita amankan karena melanggar Pasal 102 A, Peraturan UU Kepabeanan, Nomor 17/2006, tentang penyelundupan di bidang Ekspor. Kerugian negara sekitar Rp 10 Miliar,” kata Plt Kakanwil DJBC Sumbagtim, Dwijo Muryono.

Dwijo menjelaskan, penindakan ini dilakukan atas dasar pemberlakuan larangan ekspor benih lobster. “Ini salah satu upaya pemerintah melindungi stok keberagaman makhluk hidup yang ada di kawasan perairan nasional. Juga meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui nilai ekspor lobster dewasa yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, jika dilakukan eksploitasi terus-menerus, dikhawatirkan lobster bisa punah dari perairan Indonesia. Karena benih lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya. “Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan atau pengeluaran lobster (Panulirus), kepiting (Scylla) dan rajungan (Portunus pelagicus),” bebernya di hadapan awak media.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Beacukai Palembang, Meidy Kassim menegaskan, pihaknya akan semakin meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah penyelundupan termasuk penyelundupan baby lobster di bandara.

“Baby lobster yang diamankan kita serahkan langsung ke perwakilan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu,dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang,” tukasnya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya