oleh

Gajah Liar Mulai Teror Permukinan Warga

MURATARA – Aksi serangan gajah liar ke perkebunan warga di Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir,  Kabupaten Muratara, semakin menjadi jadi. Warga mengaku resah dan kembali melakukan perburuan gajah tersebut agar tidak memasuki permukiman warga.

Keresahan warga di Desa Pauh I  Kacamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara beberapa waktu lalu, terhadap serangan gajah liar. Nampaknya menemukan jalan buntu. Rabu (16/9) sekitar pukul 08.00 WIB, warga beramai ramai membekali diri dengan tombak, parang dan senjata tajam, memburu gajah liar yang merusak perkebunan mereka.

Hendar warga Pauh mengungkapkan, gajah liar itu hingga saat ini belum tertangkap. Warga mengaku kesal dengan gajah itu, karena hampir setiap malam melakukan pengrusakan kebun kebun warga dan sudah mendekati permukiman penduduk.

“Banyak warga resah, agek gajah itu masuk ke permukiman dan menimbulkan korban. Sekarang sudah banyak nian kebun warga yang di rusak, dari pada warga yang mati lebih baik gajah itu yang kita matikan,” katanya.

Warga mengaku, serangan gajah liar itu sebelumnya sempat menghebohkan warga Rawas ilir dan Nibung di Muratara di awal 2020, bahkan akibat konflik gantara ajah liar dan warga, satu warga di wilayah Kecamatan nibung tewas.

“Infonyo kemaren gajah itu sudah di tagkap wong dari provinsi, tapi ngapo biso muncul lagi. Sekarang warga kami resah lagi, banyak yang sudah nak nangkap gajah itu, paling di tembak mati itulah musuhnyo,” ungkapnya.

Saat ini hampir merata seluruh perkebunan warga Pauh I, sudah di masuki gajah liar yang berbobot cukup besar itu. Selain memasuki perkebunan warga, gajah itu merusak tanaman di dalam kebun dan meninggalkan jejak kotoran yang menumpuk.

Tepisah, kepala Desa Pauh I, Juherman saat di konfirmasi membenarkan jika aksi serangan gajah liar itu semakin menjadi jadi. Selain merusak perkebunan, gajah liar ini juga sudah mulai meneror sekitar permukiman warga. “Gajah mengobrak abrik mulai dari perkebunan milik warga dan menghancur rumah rompok dan tekmon penampuangan air. ini sangat meresahkan sudah dekat dengan permukiman,” tegasnya.

Dia membenarkan, sejak dua minggu terakhir warga susah berupaya melakukan penghalauan. “Namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Warga sekarang makin resah ada juga yang melakukan pencarian bersama sama. Tapi gajah itu belum ketemu juga,” ucapnya.

Juherman berharap, pihak terkait seperti Pemkab, Pemprov dan instansi terkait, agar bisa mengatasi keresahan serangan gajah liar itu. “jangan sampai ada lagi warga yang jadi korban,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya