oleh

Gajah Mengamuk, 27 Kepala Keluarga Terpaksa Mengungsi

SUMEKS.CO – Kawanan gajah liar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengamuk di Talang Lokasi, Talang Batu Ampar, dan Talang Batu Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Lampung Barat. Kondisi ini menyebabkan 27 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi. Satwa berbadan besar tersebut terdeteksi bergeser ke Talang Gajah Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Kawanan gajah tersebut kembali melakukan pengerusakan terhadap tanaman dan tempat tinggal warga. Aparat pekon dan kecamatan saat ini sedang menginventalisir terhadap dampak teror gajah yang terjadi, serta mengajak masyarakat di wilayah itu untuk mengungsi sementara waktu.

Sekretaris Kecamatan BNS Patoni, S.Sos, M.Si., mengungkapkan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan menemui warga yang masih berada di tempat tinggal mereka di lahan garapan.

”Iya, kawanan gajah yang sebelumnya berada di wilayah Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh, kini bergeser ke Talang Gajah Pekon Bumi Hantatai, untuk kerusakan baik tempat tinggal maupun tanaman ada, hanya saja untuk data pastinya belum ada, karena kami bersama dengan aparat pekon sedang kmelakukan pendataan, nanti kalau sudah selesai dilakukan pendataan maka akan kami laporkan ke Dinas Sosial,” ungkap Patoni, mewakili Camat BNS Suryanto, S.Pd.

Mengingat kawanan gajah yang salah satu bernama Bunga tersebut cukup agresif, kata dia, maka pihaknya mengajak masyarakat Talang Gajah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman sementara.

”Kawanan gajah ini sudah kali kedua memasuki lahan garapan dan masuk permukiman di Talang Gajah, karena itu saya meminta masyarakat yang berada di wilayah itu untuk mengungsi sementara, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya juga menyampaikan pesan bapak bupati agar masyarakat menjaga keselamatan dan harus tetap tenang, serta tidak melakukan tindakan yang akan membahayakan, seperti melakukan penggiringan kawanan gajah tanpa pendampingan petugas,” kata dia.

Diketahui, konflik gajah dan manusia di Suoh dan BNS tidak ada habisnya. Hal ini dikarenakan lokasi terjadinya konflik merupakan jalur perlintasan kawanan gajah dengan habitat asli TNBBS yang kini jalur perlintasan tersebut telah berubah menjadi lahan garapan warga. (nop/wdi/radarlampung.co.id)

Komentar

Berita Lainnya