oleh

Gajah Merapi “Pulang Kampung”

Lahat – Delapan gajah betina sebelumnya ‘merantau’ ke da di Jalur 21, Desa Padang Sugihan Banyuasin, kembali ke penangkaran semulanya. Delapan gajah betina tersebut sebelumnya diungsikan dari pusat pelatihan gajah yang terletak Merapi Selatan, Maret lalu.

Kepala Seksi BKSDA wilayah II Lahat, Martialis Puspito KM SHut M.Si membenarkan bahwa delapan gajah yang sebelumnya diungsikan telah kembali. “Kondisinya sehat dan sekarang sudah dievakuasi,” ujarnya, Rabu (27/11).

Lanjutnya, bahwa kembali gajah tersebut karena saat ini kondiai dirasa sudah kondusif. Adanya konflik Lahan sebelumnya membuat area ango  mengecil. Saat ini arean angon mencapai 50 ha.

“Sebelumnya kan ada konflik, kalau sekelarang sudah aman,” tambahnya. Dijelaskannya bahwa, untuk perkantoran juga sudah aktif. Lalu kedepan rencana destiniwisata di pusat pelatihan gajah akan kembali dilanjutkan.

Sebelumnya ada 10 gajah di pusat pelatihan gajah kawasan Bukit Serelo Merapi Selatan tersebut. Karena ada konflik lahan antara warga dan pihak BKSDA, selanjutnya delapan gajah yang bermlumur diatas 25 tahun itu, diungsikan.

Tersisa satu gajah jantan bernama Ardo (30) dan gajah betina bernama Ningsih (41).

Yani salah satu warga Lahat menyambut baik dikembalikannya gajah tersebut. Apalagi sebelumnya memnag tinggal di lokasi tersebut. “Selain itu, gajah yang berada kawasan Bukit Serelo menjadi aset wisata untuk Kabupaten Lahat,” ungkapnya. (gti)

Komentar

Berita Lainnya