oleh

Gaji Belum Dibayar, Fasilitator Menjerit

PALEMBANG – Himbauan dan edaran Kementerian Tenaga Kerja yang meminta perusahaan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai sepertinya hanya dianggap angin lalu. Jangankan untuk memberikan THR, gaji bulanan yang menjadi hak pegawai tidak diberikan.

Seperti yang dilakukan PT Prismaita Cipta Kreasi, perusahaan penyedia jasa fasilitator program Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Balai Besar Pengairan Kementerian PUPR.

Yadi, salah satu fasilitator Pamsimas Kabupaten OKU Timur mengatakan bahwa gaji fasilitator untuk wilayah tersebut belum diterima selama dua bulan. Yakni April dan Mei. Fasilitator Pamsimas di OKU Timur sendiri berjumlah 17 orang. Masing-masing fasilitor menerima gaji berbeda. Mulai dari Rp3,5 juta sampai di atas Rp7 juta per bulan.

“Saya sendiri menerima gaji setiap bulannya Rp3,5 juta,” kata Yadi, Selasa (4/6).

Sebenarnya, sambung Yadi, seluruh fasilitator Pamsimas di Sumsel belum menerima gaji dari PT Prismaita Cipta Kreasi. Hanya saja mereka tidak berani menjerit dan mengungkapkannya ke publik. “Dalam kontrak kerja, kami menerima gaji setiap bulannya tanggal 10. Yang jadi masalah bulan Mei ini sudah di atas tanggal 10 dan sudah memasuki bulan Juni. Itu pun sudah keburu cuti bersama. Kapan lagi gaji kami akan dibayar,” ujarnya.

Dikatakannya, para fasilitor ini mekanisme perekrutannya hampir sama dengan tenaga outsourching. Hanya saja tenaga outsourching umumnya yang memberi pekerjaan adalah perusahaan swasta.

“Kami fasilitator Pamsimas yang memberi pekerjaan adalah Kementerian PUPR,” jelasnya.

Pihaknya sendiri, tambah Yadi, sudah menanyakan permasalahan gaji ini ke perwakilan PT Prismaita Cipta Kreasi di Palembang. Akar masalahnya menurut pihak perusahaan bahwa peralihan penanggung jawab dari Kementerian PUPR ke Balai Besar Pengairan.

“Perubahan pejabat yang menandatangani pembayaran gaji itulah yang berubah dan sampai sekarang belum juga selesai,” pungkasnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya