oleh

Gaji Bupati Banjarnegara Kecil, Ngaku Sering Nombok

-Nasional, Unik-86 views

Sumeks.co-BANJARNEGARA – Akhir-akhir ini foto slip gaji Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono bulan Oktober 2019 (gaji diterima di awal bulan) viral di jagad media sosial.  Dengan tersebarnya foto tersebut, publik menjadi tahu besaran gaji bupati berikut tunjangannya.

Dalam slip tersebut, diketahui gaji dan tunjangan bupati hanya Rp 6.114.00. Angka tersebut masih dipotong zakat sebesar Rp 152.900. Sehingga penerimaan bersih dari gaji dan tunjangannya sebesar Rp 5.961.200. Ditemui di rumah dinasnya, bupati anti mainstream yang akrab disapa Wing Chin ini membeberkan di balik viralnya gajinya di media sosial.

Menurutnya, slip gaji tersebut diunggah oleh anaknya Muhammad Rizky Ananda Budhi Sarwono (Nanda) yang masih duduk di bangku SMP. “Waktu itu ada bendahara gaji mengantar gaji. Setelah saya tanda tangani, struk gaji saya terjatuh,” kata dia, kemarin.

Nanda yang melihat slip gaji tersebut kaget lanyaran gajinya hanya Rp 5,9 juta. Menurut dia, gaji tersebut lebih kecil dari supirnya sewaktu masih jadi pengusaha. Munculnya angka tersebut membuat publik tercengang.

Pro dan kontrapun muncul atas unggahan tersebut. Mulai dari yang prihatin hingga netizen yang nyiyir. Tidak sedikit masyarakat yang tidak percaya jika gaji bupati hanya sebesar itu. “Angka Rp5,9 juta itu benar besaran gaji berikut tunjangannya,” paparnya.

Memang masih ada tunjangan untuk kesehatan dan operasional yang besarnya Rp 1 juta sekali jalan. Namun nominal tersebut tidak mencukupi untuk blusukan. Sekali jalan saja, bisa habis lebih banyak, karena harus membawa kru dan lainnya.

Karena gaji yang diterima tidak mencukupi, dia sering nombok. Menggunakan uang yang dimiliki sebelum menjadi bupati. Termasuk minta ke orang tua maupun keluarganya. Menurut Wing Chin, angka tersebut tidaklah memadai. “Ya tidak lumrah sama sekali. Kalau tahu gajinya segini dulu saya tidak nyalon. Idealnya gaji bupati ya kisaran 150 hingga 200 juta, biar sesuai dengan kinerjanya yang berat,” ujarnya.

Bagi bupati yang tidak memiliki tabungan, ini berbahaya. Sebab akan mencari penghasilan yang tidak resmi. Karena gajinya kecil, bupati akan plirak-plirik mencari pemasukan dari berbagai sumber. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah memikirkan nasib para bupati di Indonesia. Dia juga meminta kepada penegak hukum agar bijak dalam bertindak.(drn/radarbanyumas/fin)

Komentar

Berita Lainnya