oleh

Gandeng Kejari Atasi Debitur Nakal

-Ekbis-206 views

PALEMBANG – Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Palembang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang diharapkan bisa menjadi solusi atasi permasalahan debitur yang mengingkari janji akad.

Pimpinan BSB Cabang Palembang Faisal Fachrurrozi menyatakan, pihaknya berharap dengan adanya MoU ini, permasalahan yang timbul, terutama masalah hukum bisa diminimalisasi.

“Kita harapkan, jika ada persoalan perdata dan hukum lainnya, BSB Cabang Palembang bisa dibantu, didampingi, dan jika ada hal yang tak sesuai bisa diperbaiki,” ujarnya usai kegiatan MoU di Kejari Palembang, kemarin (1/2).

Menurutnya, persoalan yang paling banyak dihadapi perbankan, termasuk BSB Cabang Palembang, adalah masalah penagihan bermasalah. “Kita kerap menemui kendala dengan pihak ketiga yang kita nilai keuangannya sudah bagus dan harus mengangsur membayar tagihannya, tapi sampai saat ini belum dibayarkan,” ujarnya.

Kepala Kejari (Kajari) Palembang Asmadi menyatakan, Kejari Palembang dengan BSB Cabang Palembang telah laksanakan nota kesepahaman di bidang perdata dan tata usaha negara.

“Jadi, pada prinsipnya dengan adanya MoU ini, BSB Cabang Kota Palembang sebagai pihak satu dapat meminta Kejari Palembang sebagai pihak dua, untuk mendampingi dalam aspek perdata dan tata usaha negara, meminta pendapat hukum kepada Jaksa, atau memediasi jika ada benturan kepentingan antara BSB dengan badan usaha lainnya,” katanya.

Pada prinsipnya, lanjutnya, dengan kesepakatan ini, BSB Cabang Palembang akan memanfaatkan Jaksa Kejari, dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Tak hanya itu, MoU ini bisa menjadi sarana komunikasi untuk konsultasi masalah hukum dan semua aspek hukum.

Tujuannya supaya timbulnya pengelolaan keuangan atau aset negara yang lebih baik, adanya kepatuhan hukum yang lebih baik, dan tujuan akhirnya tujuan pembangunan nasional agar meningkatkan perekonomian masyarakat Palembang.

“Permasalahan umum yang dihadapi adalah pembayaran-pembayaran kewajiban pihak ketiga kepada pihak perbankan. Persoalan utang inilah rata-rata yang paling banyak kami layani,” pungkasnya. (cj16)

Komentar

Berita Lainnya