oleh

Gara-Gara Mental, BSB Harus Puas Peringkat Keempat

JOGJA – Palembang Bank SumselBabel (BSB) harus puas menempati posisi keempat Proliga musim ini.

Krisis mental memenangkan pertandingan memaksa Palembang BSB menyerah 1-3 (25-23 26-28, 21-25, 17-25) kepada Jakarta Pertamina Energi dalam duel perebutan peringkat ketiga dan keempat di GOR Among Rogo, Jogjakarta, Minggu sore (24/2).

Hasil itu pun menjadi kekalahan ketiga mereka kepada Jakarta Pertamina musim ini sekaligus deja vu atas pertemuan di babak yang sama pada musim 2016.

Pelatih Palembang Bank SumselBabel Pascal Wilmar mengakui bawah anak asuhnya kurang fight dalam laga kali perebutan posisi ketiga ini.

Penyebab kurang fight ini adalah mental. Buktinya, saat tertinggal dari lawan, para pemain sulit dibangkitkan lagi. Anjloknya mental bertanding pemain Palembang BSB tampak setelah kalah di set kedua.

“Sekali lagi ini kan bola voli ya, kita tidak bisa prediksi. Mungkin jika kita di set kedua bisa menang mungkin ceritanya berbeda. Tapi saat tertekan mau fight susah karena sebelum ke sini kita juga latihan seperti biasa, tapi kalau mental kan tidak bisa ngomong,” terang Pascal usai laga.

Usia laga ini, Coach Pascal tidak tahu masa depannya di Palembang BSB. Mengacu pada durasi kontrak, kerja sama kadaluarsa menyesuaikan perjalanan di kompetisi Proliga 2018/2019.

Namun sebelum meninggalkan Palembang, dia akan membuat catatan evaluasi sebagai laporan atas kinerjanya selama semusim bersama Palembang BSB.

“Ketika membangun tim, harus langsung bisa memperbaiki, karena setiap pemain kan punya kekurangan dan kelebihan. Tapi nanti harus disesuaikan juga karena mereka pun pasti ada alasan, kenapa memilih pemain tidak timnas dan pemain tidak unggulan di asingnya,” ucapnya.

Atas hasil yang diraih ini, Palembang BSB berhak atas uang hadiah Rp50 juta. Sementara Jakarta Pertamina Energi kantongi hadiah Rp75 juta.

Tentang pertandingan ini, Pelatih Jakarta Pertamina Energi Putut Marhaento mengaku tidak mudah dilalui.

Bahkan dia harus bersusah payah untuk menjaga semangat tanding anak asuhnya tetap stabil meski sempat membuka pertandingan ini dengan kekalahan di set pertama.

“Pertandingan mencari nomor tiga itu memang jauh lebih sulit. Kami harus membangkitkan motivasi anak-anak, karena kan memang awalnya pengen masuk final. Jadi sisa-sisa kematian itu dibangkitkan lagi. Dipertandingan terakhir sendiri masalah utama tentu psikologi,“ ujar Pelatih Putut Marhaento usai pertandingan.(kmd)

 

Komentar

Berita Lainnya