oleh

Geber Perbaikan Jembatan Bagi Masyarakat Tanjung Sakti PUMU dan PUMI

-Sumsel-76 views
LAHAT – Pemerintah Daerah berupaya melakukan perbaikan jembatan agar aksea 17 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu dan Tanjunh Sakti Pumi kembali normal. Apaalagi menjelang lebaran, mobilitas menjadi lebih tinggi.
Foto : Wawan/Sumeks.co

Untuk itu sejak amblasnya oprit jembatan yang menghubungkan Desa Gunung Kerto-Lubuk Tabun, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, akibat diterjang banjir. Pemda Lahat terus berupaya melakukan perbaikan serta membuat akses sementara bagi masyarakat.

Pantauan dilapangan, sempat terisolir beberapa waktu lalu dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, kini aktifitas ribuan warga kembali normal karena kendaraan roda empat sudah bisa lewat. Namun, untuk kendaraan besar belum diperbolehkan melintas. Sebab akses tersebut hanya bersifat sementara dan darurat.
“Kita buat akses sementara, untuk menyambut perayaan Idul Fitri,” kata Wabup Lahat, H Haryanto SE MM MBA, saat turun ke lokasi, Rabu malam (15/5). Perbaikan jembatan permanen akan dilakukan setelah debit sungai mengecil. Sehingga warga tidak perlu lagi was-was atas kerusakan akibat luapan Sungai Manna, beberapa waktu lalu itu. Curah hujan yang tinggi, membuat debit sungai yang bermata air dari Gunung Dempo itu masih besar. Pekerja pembangunan jembatan permanen pun masih terhambat kondisi debit sungai.
“Dinas PUPR sudah mendapatkan angka sekitar Rp 2 miliar untuk pembangunan permanen,” jelas Haryanto. Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat, Mirza Azhary ST mengatakan, saat ini agar kendaraan roda empat dapat melintas, titik ambruk ditimbun dengan material tanah, dengan penyanggah batu. “Sudah dilintasi pada titik ambruk sepanjang 30 meter,” katanya.
Foto : Wawan/Sumeks.co

Nantinya, sambung dia, pihak PUPR akan melakukan pengerjaan terhadap Jembatan Panggung tersebut, supaya warga tidak perlu was-was ketika melintas. “Insya Allah, dalam waktu dekat akan dipermanenkan, sehingga penduduk desa bisa beraktifitas kembali,” ucap Mirza.

Mirza menambahkan, anggaran yang dibutuhkan dalam pengerjaannya, kisaran Rp 2 M. Apabila volume aliran Sungai Manna mengecil langsung dilaksanakan. “Sejauh ini masih besar, kalau sudah surut, PUPR akan mengerjakannya langsung, memberikan rasa nyaman dan aman,” tukasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya