oleh

Gejala Awal Kanker Otak, dan Langkah Meminimalkan

KANKER otak merupakan salah satu jenis tumor otak yang cukup langkah. Tidak banyak orang tahu mengenai penyebabnya, gejalanya, hingga bagaimana pengobatan yang harus dilakukan untuk pengobatan penyakit tersebut.

Masalah tersebut yang menyebabkan seringnya pengobatan kanker otak terlambat dilakukan. Perlu diketahui, kanker otak juga memiliki beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker otak. Misalnya usia.

 Beberapa jenis tumor otak lebih sering diidap anak-anak, faktor keturunan, paparan radiasi, hingga kelainan genetik. Selain itu, kanker otak juga bisa disebabkan oleh penyebaran (metastase) kanker di bagian tubuh selain otak. Contohnya kanker paru-paru atau kanker payudara.

Agar pengobatan tidak terlambat, tentunya kanker otak juga harus ditemukan sedini mungkin. Untuk itu diperlukan mengenal gejala dari kanker otak tersebut.

Adi Husada Cancer Center (AHCC) yang merupakan layanan terpadu kanker di bawah naungan RS Adi Husada Undaan Wetan mengungkap tiga gejala yang sering muncul pada kanker otak.

Gejala kanker otak memang cukup beragam dan bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dari letak kankernya juga. Namun, tiga gejala berikut ini merupakan gejala umum yang paling sering muncul.

Tiga gejala tersebut antara lain:

1. Sering merasa pusing dan bingung.
2. Lupa pada hal yang baru saja dilakukan.
3. Kesulitan menemukan kata-kata saat sedang berbicara.

Bila Anda sering mengalami kondisi di atas, sebaiknya Anda segera konsultasi kepada dokter untuk dilakukan screening.

Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan mengunakan alat pemindai, seperti CT Scan, MRI, atau PET Scan. Untuk memastikan tumor tersebut dan letaknya. Salah satu tempat konsultasi dengan dokter ahli dan perpengalaman di dalamnya ialah AHCC.

Meminimalkan Risiko Terkena Kanker

Selain dengan mengonsumsi berbagai sayuran, termasuk sayuran pahit dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan, ada beberapa langkah lainnya yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko kanker. Seperti dianjurkan oleh dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, dari KlikDokter:

Kebiasaan merokok bisa menyebabkan kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, ginjal, rongga mulut, dan pankreas. Jika sampai saat ini Anda masih merokok, cobalah untuk berhenti. Memang tidak mudah, tapi demi kesehatan yang lebih baik tidak ada yang mustahil.

 2. Pertahankan berat badan ideal

Mendapatkan berat badan yang ideal menurunkan risiko kanker, termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, usus besar, dan ginjal. Salah satu cara untuk mempertahankan berat badan ideal adalah dengan aktivitas fisik. Anda disarankan untuk berolahraga setiap hari selama 30 menit.

3. Dapatkan vaksinasi

 Menurut dr. Alvin, beberapa virus bisa menyebabkan terjadinya kanker. Untuk hal ini, vaksinasi adalah salah satu yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Vaksin yang direkomendasikan adalah hepatitis B untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut, yang pada akhirnya menurunkan risiko terjadinya kanker hati. Selain itu, vaksin human papillomavirus (HPV) juga disarankan karena bisa menurunkan kejadian kanker serviks dan kanker penis.

4. Lindungi diri dari sinar matahari yang belebihan

Paparan sinar matahari terlalu berlebihan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Meski sebetulnya sinar matahari itu baik, tapi ada waktu-waktu berbahaya yang paparan sinarnya buruk untuk kulit. Untuk mencegahnya, hindari paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.

Gunakan tabir surya spektrum luas (broad spectrum) dengan SPF setidaknya 30. Tetap aplikasikan tabir surya meski hari berawan.(RN/RVS/klikdokter/ngopibareng/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya