oleh

Gelapkan Uang Perusahaan Rp 3,5 Miliar, Dua Direktur Ini Divonis Bebas Oleh Hakim

Sumeks.co,- Majelis hakim PN Palembang diketuai Bongbongan Silaban SH, LLm, Selasa (17/11) lalu mengganjar dua terdakwa kasus tipu gelap PT. Badja Baru Palembang dengan nilai kerugian lebih kurang Rp 3,5 miliar dengan vonis bebas Onslag.

Berdasarkan data yang diperoleh, kedua terdakwa yang juga merupakan dua orang direktur PT Badja Baru bernama H. Ruslan Iryani selaku Direktur Keuangan dan Herryanto selaku Direktur Operasional Umum tersebut terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama atau dakwaan alternatif kedua, tetapi perbuatan para terdakwa tersebut bukan merupakan suatu tindak pidana (Onslag Van Rech Vervolging).

Dilansir melalui laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palembang dengan nomor 1323/Pid.B/2020/PN Plg, kedua terdakwa dijerat dengan pasal 374 atau pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP ini sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Murni SH MH keduanya dituntut melanggar pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP dengan pidana penjara hanya 2 bulan.

JPU Kejati Sumsel Murni SH MH saat dikonfirmasi Sumeks.co, Jumat (20/11) melalui pesan singkatnya mengatakan terhadap vonis bebas onslag oleh majelis hakim kepada kedua terdakwa pihaknya akan mengajukan kasasi atas putusan itu.

“Kami akan menyupayakan Kasasi atas putusan bebas Onslag majelis hakim terhadap dua terdakwa tersebut beberapa waktu”. Kata Murni dalam pesan singkatnya.

Disinggung mengenai kapan kasasi tersebut akan diajukan serta kesesuaian tuntutan pidana 2 bulan terhadap para terdakwa dirinya menjawab berkas kasasi akan diupayakan secepatnya diajukan, dan telah sesuai dengan perbuatan terdakwa.

“Akan segera kita ajukan berkas kasasinya, bila tidak ada halangan Senin ini akan kita ajukan, terhadap tuntutan itu sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa dikarenakan sudah ada pengembalian uang sejumlah uang dari terdakwa”. Singkatnya.

Sementara, saat Sumeks.co mencoba mengkonfirmasi pihak Humas PN Palembang mengenai vonis bebas Onslag itu, salah satu petugas jaga PTSP PN Palembang mengatakan bahwa Juru Bicara/Humas sedang tidak ada ditempat.

Diketahui didalam dakwaan, Bahwa perbuatan kedua terdakwa  hingga ketahap penuntut umum dan dalam persidangan tidak dilakukan penahanan dan hanya dilakukan penahan kota ini terjadi pada September 2018 silam.

PT Badja Baru Palembang, menerima pembelian getah karet dari para korban M Dalail dkk (mewakil partai besar) dengan beberapa pengiriman bahan baku karet. Hal itu terjadi beberapa kali pengiriman bahan baku karet kepada pihak PT. Badja Baru.

Dengan jumlah keseluruhan uang milik hasil oengiriman bahan baku karet milik para saksi korban yang dititipkan kepada PT Badja Baru sebesar lebih kurang Rp. 3,4 miliar.

Selanjutnya oleh para terdakwa yang mewakili PT Badja Baru Palembang menjanjikan kepada para korban untuk membayar karet tersebut pada Juli 2018, Agustus, September 2018.

Dengan dalih menunggu penjualan getah oleh Pt baja baru dengan jumlah getah karet 3000 ton (Rp 19 ribu perkilo) senilai Rp. 57 miliar. Jumlah uang hasil penjualan itu sudah termasuk bahan baku karet milik para korban.

Namun, kedua terdakwa ternyata secara lisan memerintahkan agar uang lebih kurang 3,4 miliar milik para korban itu tidak diserahkan melainkan digunakan untuk keperluan pribadi PT Badja Baru. Atas perbuatan para terdakwa, para korbanpun merasa ditipu hingga mengakibatkan kerugian sebesar Rp, 3.483.220.040 miliar. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya