oleh

Gelar Asesmen Nasional, Kementan Cetak Lulusan Kompeten

SEMBAWA – Dalam menghasilkan SDM Pertanian yang unggul dan berdaya saing, Kementerian Pertanian terus melakukan terobosan dalam dunia pendidikan vokasinya. Selain melalui pelatihan keterampilan yang baru-baru ini serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia, Kementan mendorong melalui pendidikan vokasi yang juga menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan untuk mendukung pembangunan pertanian, generasi muda mempunyai peran penting.

“Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dan tentunya itu bisa didapatkan dari bangku pendidikan vokasi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan disektor pertanian.

“SDM pertanian adalah pemeran utama terbesar dalam produktivitas pertanian. Maka pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci terhadap terwujud lahirnya petani milenial,” ungkapnya.

SMK-PP Negeri Sembawa sebagai sekolah vokasi terus berupaya mencipatakan lulusan yang kompeten dan berkemampuan di bidang pertanian. Salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan diadakannya Asesmen Nasional.

Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud, Asrijanty menjelaskan Asesmen Nasional dirancang untuk memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan dasar dan menengah. Sedangkan prestasi siswa dievaluasi oleh pendidik dan satuan pendidikan.

Sehubungan dengan hal tersebut, SMK-PP N Sembawa yang juga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian melaksanakan Asesmen Nasional dimulai tanggal 20-21 September 2021 yang diikuti peserta didik sebanyak 45 siswa dan 5 siswa cadangan kelas XI Tahun Pelajaran 2021/2022. Untuk survei Lingkungan Belajar juga diikuti oleh 42 Guru SMKPP Negeri Sembawa.

Asesemen Nasional dilaksanakan di Laboratorium Multimedia SMK-PP N Sembawa, dengan sistem pembagian sesi sebanyak 3 (tiga) sesi yang dimulai pada pukul 07.30-16.00 WIB. Setiap sesi diberi waktu selama 120 menit.

Pada Asesmen Nasional ini terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi-Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Dari ketiga hal tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan mutu pembelajaran baik untuk peserta didik, guru, dan sekolah.

Dijelaskan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK-PP N Sembawa, Estri Rahajeng, “Asesmen Nasional adalah program tolak ukur penilaian yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk mengukur kemampuan minimal siswa dalam memproses input dan output pembelajaran, sehingga dapat menjadi cara dalam meningkatkan mutu Pendidikan pada setiap satuan pendidikan”, Terangnya.

Dalam pelaksanaan Asesmen Nasional terdapat 5 (lima) bentuk soal yang disajikan yaitu; Pilihan ganda (memilih satu jawaban benar dari tiap soal), Pilihan ganda kompleks (memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal), Menjodohkan (menjawab dengan menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dengan jawabannya), Isian singkat (menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat, atau jawaban pasti lainnya), Uraian (menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya).

Asesmen Nasional yang akan diselenggarakan pada 20-23 September 2021, diikuti oleh seluruh satuan Pendidikan, termasuk SMK-PP N Sembawa sebagai sekolah vokasi dibawah Kementan.(ril/wi2k)

Komentar

Berita Lainnya