oleh

Gelar Festival, Angkat Kembali Marwah Ki Hajar Dewantara

PALEMBANG – Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei mendatang. Universitas Tamansiswa Palembang bakal mengadakan Ki Hajar Dewantara Festival 2019 (KHD Fest 2019). Kegiatan ini bertujuan mengangkat kembali marwah Bapak Pedidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Rektor Universitas Tamansiswa Ki Joko Siswanto mengatakan. Kegiatan festival berawal dari keprihatinan kurangnya pengetahuan masyarakat. Khususnya anak muda terhadap pahlawan pendidikan di Indonesia.

“Dari latar belakang itulah kita ingin memperkenalkan kembali nilai-nilai yang telah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara,” kata Joko. Yang didampingi jajaran panitia KHD Fest 2019, saat berkunjung ke Graha Pena (Kantor Sumatera Ekspres), Rabu (6/3).

Selain itu, melalui KHD Fest 2019 itu, pihaknya juga ingin memperkenalkan Universitas Tamansiswa Palembang. Yang telah berdiri sejak 1987 dan telah memiliki 10 program studi (prodi) dari 6 Fakultas. Dan 1 prodi dari program pascasarjana. “Kami juga siap manampung mahasiswa yang ingin berkuliah dengan biaya yang rendah. Dan SPP-nya bisa dicicil,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KHD Fest 2019 Lies Nur Intan mengatakan kegiatan puncak direncanakan 1 Mei mendatang. Untuk tempat ada dua alternatif yaitu Universitas Tamansisa atau di Griya Agung. “Pendaftaran sudah dibuka sejak bulan lalu,” imbuhnya.

Dalam rangkaian kegitan itu ada 4 kategori perlombaan untuk tingakat SMA sederajat. Yakni lomba fotografi, film pendek, stand up comedy, dan band indie. “Sementara ini lomba diperuntukan siswa kelas X dan XI. Karena untuk kelas XII mereka sudah selesai ujian dan sudah tamat. Kita juga tidak mensyaratkan persyaratan yang berat,” tutupnya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut rombongan dari Universitas Tamansiswa Palembang yang dipimpin oleh rektor itu. Disambut langsung oleh GM Sumatera Ekspres Hj Nurseri Marwah. Didampingi Pemimpin Redaksi Martha Hendratmo, Kepala Litbang Sumeks Group, Doni Ramadhona dan jajaran redaksi lain.

“Saya kira memperkenalkan kembali Ki Hajar Dewantara adalah ide yang sangat bagus. Sebab saat ini cukup memprihatinkan anak muda lebih sering membahas Dilan dari pada pahlawan. Melalui perlombaan film pendek bisa dikupas kembali tentang Ki Hajar Dewantara. Atau ditambah lagi ada lomba menulis tentang Ki Hajar Dewantara,” pungkas Hj Nurseri. (cj17)

Komentar

Berita Lainnya