oleh

Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Terindeks Global, SLRev FH Unsri siap Menuju SINTA 1.

PALEMBANG-Workshop Pengelolaan Jurnal Terindeks Global di Novotel Palembang (30-31/08/19).Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi RI bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya.Workshop ini adalah workshop kedua dalam tahun 2019. Adapun workshop pertama dihelat di Manado awal tahun lalu. Workshop tahun ini adalah tahun ketiga.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah. “Mahkamah Konstitusi memiliki konsen dalam pengembangan bidang akademik karena perkara yang ditangani oleh MK sangat banyak dan luas bidangnya.”, Kata Guntur.

Lanjut, Guntur menambahkan bahwa untuk mendukung iklim akademik, MK melakukan terobosan dengan memberikan Anugerah Konstitusi untuk Jurnal hukum terbaik dan penulis dengan artikel terbaik dalam bidang hukum. MK juga memberikan dukungan pendanaan penelitian kompetitif, penerbitan 25 judul buku, dan publikasi ilmiah.

“Targetnya makin banyak artikel berkualitas dalam bidang hukum, konstitusi, HAM, dan demokrasi. Sedangkan hasil akhirnya adalah peningkatan kualitas SDM Indonesia,” tambah Guntur.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Unsri, Dr. Febrian, SH., MS, kegiatan ini penting untuk memperluas jaringan akademik Fakultas Hukum di setiap Universitas “Secara strategis, jurnal yang berkualitas sangat penting bagi pengembangan Fakultas”.

Forum ini bisa memberikan suntikan ide bagi pengembangan status akreditasi dan meluaskan coverage jurnal, baik penulis, editor, ataupun reviewer. Saat ini, Sriwijaya Law Review yang merupakan jurnal FH Unsri telah memiliki status peringkat 2 atau SINTA 2. Ke depan kami akan genjot menjadi SINTA 1, Insya allah, ungkapnya.

Editor In Chief Sriwijaya Law Reveiw, Dr. Annalisa Y, SH. M.Hum, berharap semakin banyak jurnal yang terakreditasi. “Salah satu goalnya harus ada jurnal hukum yang pecah telor terindeks di Scopus.”, jelasnya.(ril)

Komentar

Berita Lainnya