oleh

Gelontorkan Rp45 Miliar, Kerahkan Dua Heli Untuk Water Bombing

Sumeks.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengerahkan dua helikopter untuk melaksanakan water bombing di sejumlah wilayah rawan Karhutlah di Sumsel. Hingga, Senin (29/6), dua helikopter masing-masing berjenis Heli Kamov 321 BC PK-IKR dan Heli SKORSKY S61N/C-FXEC telah melakukan 5 kali penerbangan dan 159 kali bombing dengan menumpahkan 727 ribu liter air.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan pengerahan kendaraan udara tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses pemadaman. Menurut Ansori, saat ini kondisi lahan masih cukup basah lantaran intensitas hujan yang masih turun. “Sehingga, proses bombing yang dilakukan dapat membasahi lahan-lahan yang kering,” kata Ansori saat dibincangi, Selasa (30/6/2020)

Ansori mengatakan proses pemadaman nantinya akan dilakukan oleh tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Karhutlah. Baik melalui udara maupun jalur darat. Di samping itu, kerja pemadaman akan dibantu oleh tim yang dibentuk perusahan perkebunan.

“Masing-masing perusahaan sudah membentuk tim pemadaman sendiri. Mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan pemadaman. Harapannya dengan berbagai persiapan yang ada dapat menekan tingkat kebakaran yang terjadi,” katanya.

Salah satu perusahaan perkebunan yang telah bersiap menghadapi bencana Karhutlah adalah Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama mitra pemasoknya, PT Sebangun Bumi Andalas (SBA), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Bumi Mekar Hijau (BMH). Komitmen tersebut mencakup pula serangkaian upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 di seluruh fasilitas perusahaan dan area sekitarnya.

Dalam acara apel kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan Karhutlah di Kebun Raya Sriwijaya, APP Sinar Mas bersama PT BAP, PT SBA, dan PT BMH menunjukkan kesiapsiagaannya dengan menyiagakan personel pemadam kebakaran (RPK), dan Tim Reaksi Cepat (TRC), serta memperlihatkan peralatan ringan maupun berat berupa mesin pompa, nozzle pemadam multifungsi, dan perlengkapan transportasi.

“APP Sinar Mas bersama seluruh mitra pemasoknya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di darat, air, dan udara untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah karhutla di tengah pandemi. Kami yakin dengan persiapan matang dan kolaborasi kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat, kita mampu menjaga hutan Indonesia dari bencana karhutla di musim kemarau 2020, sembari tetap menekan risiko penularan COVID-19 di rantai operasi,” ucap GM Fire Management Sujica Lusaka.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru menggelontorkan dana sebesar Rp45 Miliar untuk penanganan Karhutla di 10 Kabupaten/Kota di Sumsel yang kerap menjadi langganan Karhutla. Deru juga meminta masing-masing kabupaten/kota tersebut menyiapkan Satgas dan mempersiapkan segala kebutuhan terkait penanganan Karhutlah. (kos)

Komentar

Berita Lainnya