oleh

Gerakan Infaq Beras, Ringankan Beban Sesama

MARTAPURA – Penyaluran beras Untuk meringankan beban Para Santri yang di selengggarakan Paskas (Pasukan Amal Sholeh) dalam Program Gerakan Infaq Beras Oku Timur, sangat membantu. Langkah ini patut diapresiasi semua pihak.

Sebab, para muda mudi ini yang tergabung dalam Paskas, setiap bulannya membagikan beras  yang berasal dari Orang Tua Asuh (Donatur) yang sukarela memberikan sedekah atau infaq melalui GIB Oku Timur. Ustad Nurwahid, pimpinan pondok pesantren rumah Tahfiz Darul Hikmah, Desa Tumijaya, Kecamatan Jayapura, mengatakan gerakan infaq beras yang di lakukan paskas (pasukan amal sholeh) sangat membantu sekali.

Dimana, kata Beliau santri yang mondok di pesantrennya berasal dari fakir miskin, anak yatim, piatu dan kaum dhuafa. Dengan adanya bantuan beras tersebut, para santri tidak perlu lagi memikirkan masalah perut dan biaya lainnya.

“Memang, kita belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, kalau  sumbangan dari masyarakat ada”. Kata beliau. Ustad Nurwahid mengaku optimis mereka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah, mengingat pesantrennya sudah mengusulkan dan sudah mendapatkan tinta hijau dari gubernur sumatera selatan, “harapan untuk  pemerintah,  harus lebih memperhatikan kita, karna kita ikut mencerdaskan anak bangsa khususnya di Kabupaten OKU Timur,” ungkapnya.

Pimpinan Infaq Beras Oku Timur yaitu Yunita, Mengatakan Infaq Beras Oku Timur sudah dua tahun lebih berjalan dan berharap Masyarakat Oku Timur bersedia membersamai Gerakan ini dengan menjadi Orang Tua Asuh (Donatur) bagi ribuan santri di Oku Timur karna “kami berharap Gerakan Infaq Beras (GIB) Oku Timur suatu saat mampu memenuhi kebutuhan beras seluruh Pesantren di Oku Timur yang Jumlah nya sekitar 120 lebih pesantren”. Ujarnya.

Sementara itu informasi dari Deni Andriawan (bagian penyaluran beras) mengatakan bahwa “Gerakan infaq beras ini sudah menyalurkan 2,5 ton beras per bulannya dengan sasarannya ke pesantren yang di dalam nya terdapat santri yatim, dhuafa, para penghafal Alqur’an  dan fisabilillah. Dan sekarang sudah ada sekitar 16 pesantren binaan kita yang tiap bulanya mendapatkan beras tetap dari kita, Target kita harus naik binaan kita ini,” terang Deni.

Deni menambahkan gerakan yg ia jalankan bersama dengan kawan-kawan Paskas tidak terlepas dari pedoman  ayat Al qur’an yakni QS. Muhammad 47 : Ayat 7  yang berbunyi ” wahai orang-orang yang beriman,jika kamu menolong(agama) Allah,niscaya dia akan menolong mu dan meneguhkan kedudukan mu” dan sabda Rasulullah dalam Hadist Riwayat Bukhari bahwasannya “Aku (Muhammad) dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti dua jari ini (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya.”

Ia menjelaskan, dia bersama rekan-rekanya hanya cabang saja, dan kantor pusatnya sendiri berada  di Pontianak, Provinsi kalimantan Barat, di bawah naungan Baitulmal Munzalan Indonesia dibawah asuhan Ust. Luqmanul Hakim Ashabul Yamin, dan sudah memiliki 77 Cabang di seluruh Indonesia.

Disela-sela pembagian Beras ada juga pembagian Al qur’an yang di lakukan salah satu Orang Tua Asuh tetap gerakan infaq beras Oku Timur di Pesantren Darul Hikmah. (sal)

Komentar

Berita Lainnya