oleh

Geram Soal Seks Bebas asal Pakai Kondom, AWK Didemo Sandhi Murti

DENPASAR – Pernyataan-pernyataan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang beberapa kali memicu kontroversi, kali ini mengundang amarah. Kantor DPD RI Provinsi Bali di Renon, Selasa (27/10) digeruduk massa.

Sejumlah orang yang tergabung dalam Perguruan Sandhi Murti mendatangi kantor senator yang populer dengan panggilan AWK di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar. Sayang, yang dicari tidak ada. Di ruangan AWK hanya ada stafnya.

Kedatangan mereka dipicu kekecewaan terhadap pernyataan AWK perihal seks bebas. Serta pernyataan lainnya yang berkaitan dengan para dewa di beberapa tempat suci di Bali.

Seperti ditegaskan Ketua Umum Sandhi Murti, Gusti Ngurah Juniarta, pihaknya sengaja datang ke kantor DPD RI di Jalan Cok Agung Tresna lantaran kecewa dengan pernyataan AWK yang membebaskan anak-anak berhubungan seksual sepanjang memakai kondom. “Membebaskan anak-anak berhubungan seksual asalkan menggunakan kondom, pantaskah itu?” tegasnya.

Selaku orang tua, dia merasa sangat kecewa dengan pernyataan itu. Di sisi lain, sebagai orang tua, dia maupun orang lainnya yang turut datang ke Kantor DPD RI berusaha mewanti-wanti kepada anak-anaknya untuk tidak melakukan hubungan seks sebelum sah menjadi suami istri. Tidak melakukan hal itu sebelum menyelesaikan pendidikan. “Sekarang dia (AWK) membuat statement seperti itu. Konyol nggak?” imbuhnya.

Selain itu, selaku umat Hindu di Bali, dia juga mengaku kesal dengan pernyataan AWK soal bhatara yang berstana di Pura Dalem Ped, Sang Hyang Tohlangkir yang berstana di Gunung Agung, dan Ratu Niang yang disebut bukan sebagai dewa. “Banyak sekali meresahkan,” sambungnya lagi.

Sayangnya, keinginan mereka untuk bertemu langsung dengan AWK di kantor DPD RI tidak kesampaian. Mereka sempat masuk ke dalam kantor tersebut. Namun tidak berjumpa AWK. Hanya bertemu dengan stafnya saja.

Selain itu, sebelumnya mereka juga sempat melakukan orasi. Seperti kata Gusti Ngurah Juniarta, pihaknya akan terus meminta pertanggungjawaban AWK perihal pernyataannya itu. Bahkan, dia tegas menyebutkan AWK tidak pentas mewakili Bali, khususnya umat Hindu, di tingkat nasional. “Kami akan terus berjuang,” tegasnya. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak AWK.

Konflik antara AWK dengan Sandi Murti sejatinya sudah terjadi beberapa kali. Beberapa waktu lalu, tepatnya Februari 2020, pinisepuh Perguruan Sandi Murti I Gusti Ngurah Harta melaporkan AWK ke Polda Bali atas pernyataan-pernyataan AWK yang menyebut dirinya sebagai Raja Majapahit yang dinilai menyesatkan. Namun kasus itu tidak berlanjut. (bx/hai/man/JPR/baliexpress/jawapos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya