oleh

Geser Personel, Cegah Bentrok Susulan

PALEMBANG – Pasca bentrokan antara dua kelompok warga di Desa Karya Tani, Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Rabu (17/7) siang lalu, aparat Polda Sumsel dan Polda Lampung terus melakukan koordinasi lintas wilayah.
Terlebih untuk mengantisipasi bentrok susulan, pihak Polda Sumsel sendiri telah menerjunkan 115 personel yang terdiri dari Satuan Brimob, Satuan Sabhara, Polsek Mesuji, Reskrim dan Koramil.

“Ada sekitar 115 pasukan yang kita geser dari Polda Sumsel dan dari Koramil. Saat ini informasi yang kita terima kondisi di lokasi sudah kondusif dan terkendali mungkin karena sudah banyak personel yang sudah kirim dari Polda Lampung dan Polda Sumsel,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi SIk MM kepada sumeks.co.

Menurut Supriadi pihaknya juga membagi wilayah pengamanan dalam hal ini Polda Sumsel menghimbau kepada warga Mekar Jaya agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. “Begitu pun dari Polda Lampung. Mereka mengantisipasi dan memberikan himbauan kepada warga pematang panggang,” ungkapnya.

Kejadian diduga karena konflik lahan. Kelompok Karya Tani dan Kelompok Mesuji Raya, OKI sama-sama mengklaim sebagai pemilik lahan. Lalu saat salah satu kelompok membajak lahan menggunakan mesin hand traktor di area Karya Tani datanglah kelompok warga lain dan diajak musyawarah di Balai kampung. Salah satu kelompok mengingatkan agar tidak membajak lahan di Desa Karya Tani. Tiba-tiba datang massa dari Mesuji Raya menyerang kelompok warga Karya Tani menggunakan sengaja tajam dan dilaporkan 4 orang meninggal dunia dari kejadian tersebut.(dho)

Komentar

Berita Lainnya