oleh

GGD Napal Maling Berjuang dalam Keterbatasan

MURATARA-Melintasi sungai, minim sarana belajar dan jauh dari gemerlap kota. Mungkin begitulah kondisi tenaga pengajar Garis Depan (GGD) SDN Lokal Jauh Embacang Lama. Atau SDN Napal Maling‎ di Desa Embacang Lama, Kabupaten Muratara. Pahlawan tanpa tanda jasa ini, harus berjuang dengan segala keterbatasan. Dari kekurangan sarana hingga minimnya warga yang belajar di sekolah.

Pemerintah Kabupaten Muratara saat ini menanggapi serius masalah pendidikan. Dan meminta pihak sekolah agar lebih maksimal dalam melakukan pembinaan anak-anak usia sekolah.

Tenaga pengajar GGD SDN Napal Maling, Koko Trianto membeberkan. Kondisi yang meraka alami cukup memprihatinkan. Saat menyampaikan sambutan di hadapan sejumlah Pejabat Pemda Muratara yang melakukan lawatan ke sekolah mereka, Selasa (22/1) sekitar pukul 09.00 WIB.‎

Menurutnya, dulu mereka dan anak didiknya harus menempuh jalur maut dengan melintasi aliran sungai. Pulang-pergi sekolah menaiki rakit. Dan berjalan kaki puluhan kilo meter menapaki jalan setapak yang penuh binatang penghisap darah (lintah, red).

Saat air sungai pasang, mereka terpaksa tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena tidak bisa melintas. Tidak jarang, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah-rumah warga karena kondisi cuaca. Namun kondisi itu berangsur mulai berubah. Sejak ada perhatian dari sejumlah pihak yang membangun jembatan, serta akses jalan menuju ke sekolah.

“Sekarang yang kekurangan kita tinggal mobiler saja. Karena banyak peralatan seperti meja dan kursi yang rusak. Kami berharap, kondisi pelajar di sini terus diperhatikan walau sedikit. Tapi mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terbaik,” bebernya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya