oleh

Giliran Ruang Bupati Muara Enim dan PUPR Digeledah KPK

-Lainnya-85 views
MUARA ENIM-Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (5/9) melakukan penggeledahan ruang kerja sementara Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM yang berada di gedung Bappeda.

Tim yang berjumlah sekitar 6 orang ini,  mengendarai 3 unit mobil Toyota kijang Innova BG  1752 NQ, BG 1939 UU dan BG 1253 N. Tim yang mengenakan rompi bertulisan KPK ini mendapatkan pengawalan ketat anggota Brimob Polda Sumsel yang dilengkapi dengan senjata laras panjang.

Penggeledahan ruang kerja bupati berlangsung pada saat PLh Bupati Muara Enim, H Juarsah SH tengah memimpin rapat TMMD. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Sekundang gedung Pemkab Muara Enim yang letaknya  berhadapan dengan gedung Bappeda.

Rapat TMMD tersebut dihadiri Dandim 0404 Muara Enim, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, para Kepala Dinas dan instansi terkait lainnya. Pada saat rapat tengah berlangsung, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, berpamitan dengan Plh Bupati untuk meninggalkan ruangan rapat untuk mendampingi tim KPK yang tengah melakukan penggeledahan ruang kerja bupati.

Penggeledahan ruang kerja bupati tersebut berlangsung selama 2 jam mulai dari pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Dari ruang kerja bupati tersebut, tim KPK telah membawa 4 buah tas koper yang diduga berisikan berkas berkas dokumen.

Namun sayangnya, tim KPK tidak bersedia memberikan penjelasan kepada awak media yang telah menunggu diluar gedung Bappeda. Meski telah didesak awak media menanyakan seputar penggeledahan tersebut, namun tim KPK tetap tidak bersedia memberikan penjelasan.    “Tanyakan saja langsung dengan KPK Jakarta,” jelas  salah seorang tim KPK. 

Usai melakukan penggeledahan ruang kerja bupati, tim KPK membuka segel yang terpasang dipintu masuk ruangan kerja bupati. Meski segel tersebut telah dibuka, namun ruangan tersebut masih dijaga oleh petugas Kepolisian.

Setelah melakukan penggeledahan ruang kerja bupati, tim langsung pergi mengendarai 3 unit mobil Toyota Innova menuju kantor Dinas PUPR yang berlokasi di komplek perkantoran Islamic Center.

Tim melakukan penggeledahan di ruang kerja tersangka Elfin Muchtar yang sebelumnya telah disegel setelah melakukan OTT terhadap yang bersangkutan. Kedatangan tim KPK ke kantor Dinas PUPR didampingi Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono. Setelah tiba di kantor tersebut, tim tidak langsung melakukan penggeledahan terhadap rungan yang telah disegel.

Karena jam kerja kantor telah berakhir sehingga para pegawai kantor tersebut telah pulang kerumahnya masing masing. Sekitar 30 menit kemudian atau sekitar pukul 17.40 WIB, Kabid Persertasi Jalan dan Jembatan, Ilham Yaholi tiba dikantor tersebut dengan mengendarai mobil dinas Isuzu Panther.

Dia langsung masuk ke ruangan bertemu dengan tim KPK yang telah berada di ruangan yang disegel. Hanya berselang beberapa menit kemudian, PLT Kepala Dinas PUPR, H Ramlan Suryadi juga tiba di kantor tersebut.

Ketika tiba di kantor tersebut, Ramlan sempat menyapa dan menyalami awak media yang telah ramai nongkrong di luar gedung tersebut. “Kita dipanggil untuk menyaksikan saja,” jelas Ramlan kepada awak media saat bersalaman.Selang beberapa menit Kemudian, Kabid SDA, Eko juga tiba di kantor tersebut dan langsung masuk keruangan tempat tim KPK berkumpul. Tak lama kemudian datang juga Kasi perencanaan, Indiana ke kantor tersebut dan seorang staf keuangan Dinas PUPR.

 Belum diketahui pembicaraan apa yang dilakukan tim KPK dengan PLT Kepala Dinas PUPR maupun kedua Kabid dan Kasi yang diundang datang ke kantor tersebut.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, keluar dari ruangan yang disegel dan sempat menyapa awak media yang telah ramai menunggu di luar gedung.

Kapolres juga sempat menjawab beberapa pertanyaan wartawan. “Penggeledahan belum dilakukan, karena masih menunggu saksi. Tim yang melakukan penggeledahan sebanyak 6 orang,” jelas Kapolres kepada awak media. 

Dia mengaku pulang sebentar ke kantornya karena untuk menghadiri kegiatan yasinan di Masjid Polres Muara Enim. “Maaf ya rekan-rekan saya mau pulang dulu untuk menghadiri yasinan di Masjid Polres,” jelas Kapolres. 

Ketika ditanya awak media lagi, berkas apa saja yang dibawa tim KPK dari ruang kerja bupati? Kapolres tidak bersedia menjawabnya. “Tanyakan saja langsung dengan tim KPK,” jelasnya.

Proses penggeledahan ruang kerja tersangka Elfin Muchtar hingga berita ini dibuat pukul 19.52 WIB masih berlangsung. Proses penggeledahan itu disaksikan PLT Kepala Dinas PU PR, H Ramlan Suryadi, Kabid Presertasi Jalan dan Jembatan, Ilham Yaholi, Kabid SDA, Eko, Kasi Perencanaan, Indriana dan staf keuangan PUPR. Adi.  

Sementara  Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, sesuai informasi yang diperoleh, sebelum terjaring OTT KPK pada Senin (2/8) sempat memberikan nasehat kepada Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Nasehat itu disampaikannya beberapa jam sebelum dia tertangkap OTT KPK,  saat memimpin rapat staf sekitar pukul 14.00 WIB yang diikuti para pejabat eselon II dilingkungan Pemkab Muara Enim.

Rapat staf tersebut dilakukan bupati, untuk memberikan rangsangan kepada pejabat eselon II agar mempercepat pelaksanaan kegiatan, karena saat ini sudah memasuki triwulan ke empat tahun anggaran 2019. Kepada peserta rapat bupati meminta agar berhati hati menjalankan kegiatan, yang bakal membahayakan agar jangan dilaksanakan. 

Sementara pantauan di lapangan, tim penyidik KPK tengah melakukan pemeriksaan pejabat PUPR Muara Enim. Tampak anggota Brimob menjaga pintu masuk menuju ruangan ke Elfin Muchtar di dampingi anggota Polres Muara Enim dan anggota Sat Pol PP. (ozi) 

 

Komentar

Berita Lainnya