oleh

Gojek Dikabarkan Merger dengan Tokopedia, Benarkah?

JAKARTA – Gojek dan Tokopedia dikabarkan sedang dalam pembicaraan mendalam mengenai kemungkinan untuk merger. Sebagaimana diberitakan Bloomberg, Selasa (5/1), keduanya telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018. Namun dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan rivalnya Grab Holdings Inc. menemui jalan buntu.

Padahal, pada Desember 2020 lalu, Gojek dan Grab disebut telah membuat kemajuan substansial dalam kesepakatan namun kemudian berselisih tentang bagaimana mengelola Indonesia, pasar utama mereka di kawasan Asia Tenggara.

Adapun jika penggabungan dua perusahaan, yakni Gojek dan Tokopedia terjadi, akan tercipta startup decacorn dengan valuasi USD 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun.

Campur Tangan Orang Terkaya Jepang

Sementara itu, di balik rencana merger Gojek dan Tokopedia, disebut-sebut ada campur tangan orang terkaya Jepang, Masayoshi Son.

Diketahui, Masayoshi Son adalah CEO dan pendiri SoftBank Group Corp., yang merupakan pemegang saham di Gojek dan Tokopedia.

Tak hanya itu, ada juga sederet investor lain yang menanamkan duitnya di Gojek maupun Tokopedia. Antara lain termasuk Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India.

Terkait dengan perselihan dengan Grab, Masayoshi juga diketahui sudah mendorong CEO dan co-founder Grab Anthony Tan untuk menyelesaikan perselisihan dengan Gojek. SoftBank sendiri adalah salah satu pemegang saham terbesar Grab.

Namun kabarnya, Anthony terus menolak tekanan dari Masayoshi untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek.

Masayoshi yang awalnya adalah pendukung setia Anthony Tan dikabarkan kehilangan kesabaran dan kini mendukung merger antara Gojek dan Tokopedia. (zul/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya