oleh

GPS Bantu 600 Masyarakat Miskin Baru di tengah Covid

SUMEKS.CO  – Berawal dari langkah kecil sederhana berujung manfaat baik untuk ditebar dan dirasakan kesesama yang membutuhkan. Hal itulah yang jadi motivasi Gerakan Patungan Sedekah (GPS) saat simbolis pembagian paket sembako ke warga kurang mampu terdampak covid 19. Berlangsung di kantor lurah 32 Ilir kecamatan Ilir Barat II (IB II), Senin (18/5).

Founder GPS yang juga merupakan terobosan dari camat IB II, Hambali Zen mengatakan sudah sejak 2012 program ini dijalankan. Tujuan awalnya untuk mengajak masyarakat kecil berdaya dan mandiri secara ekonomi. Melalui bantuan modal usaha untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Sehingga konsepnya bersedekah dan arahnya bukan untuk hal konsumtif.

“Gerakan ini sebenarnya sudah rutin kami laksanakan, walaupun berpindah tugas dari Kertapati, Sukarami dan di Ilir Barat II, kita selalu bawa terus program GPS ini,” ujar Hambali. Diakuinya, tujuan utamanya untuk menggerakan ekonomi rakyat, tetapi saat kondisi covid 19 polanya diubah dengan membagikan sembako.

Terlebih mendukung anjuran pemerintah untuk stay at home dan membantu meringankan ekonomi masyarakar kecil. Penyerahan bantuan ini merupakan kedua kalinya dalam satu bulan terakhir. Pertama, pembagian merata telah dilakukan di tujuh kelurahan kecamatan IB II. Disusul tahap kedua pembagian 49 paket di kelurahan 27 Ilir, 100 paket di 28 Ilir dan 155 paket di 32 Ilir yang disalurkan langsung oleh Andes selaku lurah 32 Ilir.

Total bantuan yang digelontorkan ditaksir mencapai kisaran Rp18.425.000. Jika dikonversi dalam paket beras didapati 1.675 kg, telah menjangkau sekitar 600 masyarakat miskin baru (misbar) di IB II. Sebagai upaya ikut membantu warga di tiap kelurahan yang tidak kebagian bantuan bansos maupun banpres.

Donasi tersebut terkumpul dari sumbangsih sobat GPS, para donatur yang lama maupun baru, masyarakat umum dan membuka kesempatan bagi ASN/non ASN untuk ikut bergabung. “Alhamdulillah, masyarakat juga banyak tertarik pada saat kita bagikan bantuan di kantor lurah mereka ikut gabung untuk ikut bersedekah,” terangnya.

Penyerahan secara simbolis dari founder GPS, Hambali Zen kepada lurah 32 ilir, Andes untuk diserahkan kepada masyarakat terdampak covid. Foto : Nur/Sumeks.co

Lanjutnya, banyak fenomena ditengah masyarakat yang membuat pegawai mengalami PHK atau dirumahkan dan menjadi misbar. “Karena itu, GPS hadir untuk membackup warga yang tidak kebagian bantuan bansos maupun banpres,” jelasnya.

Hambali mengatakan, ada tiga landasan yang dipegang dalam mewujudkan berdirinya GPS. Yakni, liberty (kemerdekaan), equality (persamaan) dan fraternity (persaudaraan). “Itu tiga prinsip yang sangat baik bagi kami mengiringi landasan bergeraknya GPS,” ungkapnya. Mulai dari merdeka dari kemiskinan dan beranjak lebih baik. Kesetaraan tanpa memandang perbedaan. Serta bersaudara sebangsa di negara Indonesia.

Secara data, di kecamatan IB II memiliki 1.966 misbar yang sudah terverifikasi dan tervalidasi. Sedangkan warga miskin penerima bansos sekitar 3.061 KK.

Harapannya, pandemi covid cepat berakhir dan kemudian GPS bisa membantu mengangkat ekonomi kerakyatan di kecamatan IB II. “Kami juga sudah petakan kecamatan Ilir Barat II kuat di pangsa Kuliner dan usaha pengrajin yang mengangkat budaya kearifan lokal,” jelasnya.

Apalagi sudah ada tanggapan baik dari prodi Ekonomi UNSRI dan komunitas bersua. Membantu dan mendampingi masyarakat agar bisa lebih tangguh dalam mengembangkan usaha yang baru dirintis. “Alhamdulillah GPS tidak sendirian, setelah pandemi kita berfokus mengangkat perekonomian rakyat,” kata Hambali.

Harapannya, akan banyak lagi yang bisa bergabung menjadi Sobat GPS. Karena tujuan jangka panjang tidak hanya berfokus di satu wilayah kecamatan. Namun bisa menjangkau dan membantu seluruh masyarakat di kota Palembang.(nur/adv)

Komentar

Berita Lainnya