oleh

Gratiskan Santri Anak Yatim

-Headline-1.081 views

Melihat Ponpes Darul Muttaqien Muara Baru, Kota Kayu Agung

Ponpes Darul Muttaqien Muara Baru, Kota Kayu Agung berdiri pada 17 Juli 1994 lalu dan didirikan oleh KH M Daud Denin BA yang dikenal sebagai tokoh agama di ibu kota Kabupaten OKI tersebut. Tahun ini ponpes mengeluarkan kebijakan pendidikan gratis bagi santri anak yatim yang menempuh pendidikan di ponpes tersebut.

HESTY – Kayu Agung

Keberadaan Ponpes Darul Muttaqien Muara Baru, Kota Kayu Agung, OKI, Sumsel ini menjadi salah satu pilihan bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di bidang pendidikan agama. Meski belum terbilang tua dibanding ponpes lainnya di Sumsel, namun kebijakan pesantren yang memberikan pendidikan gratis bagi anak yatim, sangat menyentuh masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di bidang agama.

Tidak tanggung-tanggung, gratis belajar dan mondok di pesantren ini diberikan hingga anak tersebut menyelesaikan pendidikannya di Ponpes Darul Muttaqien.

“Kalau nanti anak tersebut sudah selesai pendidikan dan ingin melanjutkan pendidikannya, kami juga akan berusaha membantunya,” ungkap Ketua Yayasan Ponpes Darul Muttaqien Muara Baru H Kiki Mikail SQ MA, ditemui sumeks.co di ruang kerjanya, Kamis (31/1).

Pengajar Ponpes Darul Muttaqien
Pengajar Ponpes Darul Muttaqien. foto: istimewa

Program tersebut, tambah pria yang akrab disapa Ustaz Kiki ini, sebenarnya sudah diadakan sejak tahun lalu. Namun, lantaran minimnya publikasi tampaknya hal tersebut belum berjalan dengan maksimal. Dia meyakinkan bahwa apapun yang diberikan kepada anak-anak yatim tersebut, nantinya akan sama dengan anak-anak lainnya.

“Kita terima anak mulai dari jenjang Ibtidaiyah hingga Aliyah untuk belajar gratis di sini (Ponpes Darul Muttaqien),” tuturnya.

Ponpes Darul Muttaqien Muara Baru Kayuagung OKI ini didirikan pada 17 Juli 1994 oleh KH M Daud Denin BA yang ingin mewujudkan cita-cita luhurnya mengembangkan dunia pendidikan dan dakwah Islamiah melalui pesantren. Dengan basis keilmuan pesantren yang diperkaya dengan berbagai pengalaman yang menyertai perjalanan hidupnya, M Daud Denin menekuni dunia pesantren dengan konsep dan kesadaran yang lebih progresif. Melalui pesantren M Daud Denin berkeinginan mencetak kader dai dan ulama yang kaya dengan wawasan Iptek dan keislaman.

Sejak berdiri, beberapa prestasi sudah diraih ponpes. Seperti juara 1 terbaik rebbana tingkat Kabupaten OKI tahun 2013, juara 2 MTQ tingkat provinsi, juara 1 lomba pidato se-Kabupaten OKI, dan masih banyak prestasi lainnya. Inilah yang membuat Ponpes ini menjadi salah satu napas pendidikan Islami di Sumsel.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan akan menjadi amal jariyah dan ilmy bermanfaat bagi santri yang mondok,” pungkasnya. (*)

 

Komentar

Berita Lainnya