oleh

Green Paradise dan Tangga 2001 Jadi Primadona Baru

PAGARALAM – Kunjungan wisata ke sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah maupun mayarakat selama masa libur lebaran 1440 H. Ditarget mencapai hingga 100 ribu orang kunjungan.

Green Paradise dan kawasan tangga 2001 masih menjadi primadona memberikan kontribusi wisata paling banyak. Dibanding objek wisata lainnya, namun tetap memberikan kontribusi jumlah kunjungan wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam Ahmad Brilian Aristopani ditemui, belum lama ini.

Sambung Brilian, masa libur lebaran selama sepekan kunjungan wisatawan di salah satu titik objek wisata. Seperti Green Parides estimasi kunjungan tercatat sudah mencapai 20 ribu kunjungan. Sedangkan lokasi kawasan Tangga 2001 mampu menyedot wisatawan mencapai sekitar 50 ribu orang.

“Rata rata sehari di salah satu titik objek wisata terdata bisa mencapai angka 5 ribu orang wisatawan. Berkunjung dari berbagai belahan daerah, Sumatera, Jawa dan pulau lainnya di Indonesia,” terangnya.

Pihaknya optimis hingga Senin (17/6) dari rekap data kunjungan wisatawan, target bisa tercapai. Pasalnya hingga hari perdana masuk kerja usai libur kerja masih ditemui masih saja objek wisata ramai pengunjung. “Senin (17/6) kita akan release data kunjungan wisata selama libur lebaran,” terangnya.

Ditambahkan Brilian, sepanjang 2018 tercatat ada sebanyak 256.964 orang wisatawan berkunjung ke Kota Pagaralam. Rincinya sebanyak 256.802 orang wisatawan nusantara dan 162 orang wisatawan mancanegara.

“Kunjungan meningkat sebanyak 32.760 orang wisatawan dibanding 2017 hanya sebanyak 224.042 orang wisatawan. Artinya realisasi kunjungan wisatawan 2018 telah tercapai sebesar 83,6 persen dari total yang ditargetkan sebanyak 307 ribu kunjungan wisatawan,” katanya.

Sambungnya, dari data juga terlihat adanya peningkatan kunjungan turis asing pada 2017 hanya sbenayak 152 turis asing yang berkunjung. Namun selama 2018 mencapai 162 orang turis ke Pagaralam mulai dari jalur darat hingga udara.

“Selain penginapan turis asing, biasanya lebih suka menginap di rumah rumah warga yang berada di sekitar objek wisata. Dan terdata negara negara asal turis diantaranya Australia, Jerman, Jepang, Hongaria, Malaysia, Singapura, Cina, Spanyol, India dan Prancis,” bebernya.

Lanjutnya, puncak kunjungan wisatawan biasanya terjadi di bulan Januari dan Desember. Ini tentunya sangat meningkatkan PAD yang harus dimanfaatkan juga peluangnya oleh para pelaku usaha di Kota Pagaralam. Selain pendapatan bagi pengelola penginapan.

“Kami akan fokus pada perbaikan dan penataa infrastruktur untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pagaralam,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya