oleh

Gubernur Ambil Alih Muara Enim, HNU jadi Pelaksana Harian

SUMEKS.CO – Gubernur Sumsel Herman Deru mengambil alih pemerintahan kabupaten Muara Enim. Hal ini disampaikannya dalam keterangan pers kepada awak media di Griya Agung, Senin (15/2) malam. Didampingi Sekda H Nasrun Umar dan jajaran, juga hadir jajaran Asisten I Muara Enim, Emran Tabrani dan Gubernur tegas mengatakan akan memimpin sampai ada keputusan tetap dari Kemendagri terkait status Juarsah.

“Agar tidak terjadi kekosongan, karena ini spesifik. Sekda (Muara Enim) kosong, Wabup tidak ada, sedangkan Bupati berhalangan. Sehingga saya ambil alih pemerintahan itu, sampai nanti saya tunjuk pelaksana Harian (Plh) sambil menunggu status dari Kemendagri,”ujar Herman Deru.

Keputusan ini terkesan darurat mengingat status Kabupaten Muara Enim yang bisa dibilang luar biasa. Mungkin menjadi satu-satunya di Indonesia dimana Bupati dan Wakil Bupatinya tersandung korupsi. Sementara sesuai Undang-Undang, saat kekosongan pimpinan seharusnya diisi oleh Sekda, kabupaten Muara Enim baru saja kehilangan Sekda nya beberapa waktu lalu.

blank

“Tentu kita secara hukum tetap menantikan surat resmi dari KPK terkait status jabatannya (Juarsah). Surat KPK yang ditujukan ke Kemendagri ditembuskan kepada Gubernur apakah dinonaktifkan atau tidak. Kalau nanti non aktif, kita usulkan PLT kepada Mendagri,”jelas Gubernur. Secara tegas, dengan diambil alihnya pemerintahan ini, Gubernur menunjuk Sekda H Nasrun Umar sebagai pelaksana harian.

“Sekarang sekda ditunjuk sebagai perpanjangan tangan gubernur, mengkoordinasikan pemerintahan. Nantinya tetap akan berkomunikasi dan berkoordinasi. Agar roda pemerintahan tetap berjalan,”tegasnya. (bim)

Komentar

Berita Lainnya