oleh

Gubernur Bersama Pihak Terkait Sepakat Hentikan Aktivitas Penambangan Batubara Ilegal

SUMEKS.CO – Gubernur Sumsel, Herman Deru, didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol, Eko Indra Heri, Plt Bupati Muara Enim Juarsah, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, langsung bergerak cepat meninjau terjadinya longsor di area penambangan batubara tradisional di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Kamis (22/10).

Insiden tanah langsor di penambangan tanpa izin tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia yang tertimbun tanah pada Rabu (21/10), sekitar pukul 14.00 WIB.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, sangat prihatin atas musibah yang terjadi akibat longsor sehingga menimbulkan korban jiwa warganya. Padahal dirinya telah mengingatkan kepada masyarakat, karena pada bulan November ini wilayah Sumsel sedang cuaca ekstrim yang dapat menimbulkan dan mengakibatkan longsor.

“Pemerintah itu sebenarnya menghalangi perkerjaan ini, karena dalam aturan penambangan ada peraturan tentang sefety,” katanya.

Bahkan dia menyebutkan di tahun-tahun sebelumnya juga sudah pernah terjadi hal yang sama akibat penambangan ilegal ini termasuk memakan korban jiwa. Namun hal itu kurang di publikasi, karena para pelaku ini takut ada tindakan yang ekstrim dari pemangku kebijakan. Dibalik itu, Herman Deru telah membentuk tim kesatgasan pemberantasan pertambangan ilegal di Provinsi Sumsel.

Dari kejadian ini, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Kapolda dan pihak terkait bersepakat untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal tersebut, hal itu dilakukannya agar tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat kejadian ini.

“Saya bersama Kapolda, Danrem segera menghentikan ini, tapi tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat itu sendiri. Kita sudah bersepakat untuk menghentikan aktivitas ini agar tidak memakan korban jiwa lagi,” tegas HD.

Usai meninjau lokasi titik longsor, Herman Deru bersama rombongan menuju rumah duka. Meski hujan mengguyur deras, namun tak menghentikan langkah kaki Gubernur Sumsel Herman Deru untuk mendatangi satu persatu rumah korban akibat longsor yang terjadi di area penambangan batubara. Selain menyampaikan rasa dukanya, Gubernur Herman Deru juga membawakan berupa bantuan diantaranya uang tunai serta sembako.

“Bantuan yang diberikan ini tidak semata-mata langsung menghilangkan rasa duka bagi para keluarga korban, tapi lebih dari itu bahwa kami (Pemerintah) hadir setiap kejadian di masyarakat baik suka ataupun duka,” tutupnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya