oleh

Gubernur: “Ini Ide Brilian”

Apresiasi Pemilihan Kepala Daerah Inovatif

PALEMBANG – “Ini ide brilian,” ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menghadiri Pengumuman Pemilihan Kepala Daerah Inovatif 2020 yang digelar Harian Pagi Sumatera Ekspres via virtual Zoom, kemarin (18/11).

Secara gamblang, orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menyampaikan apresiasinya terhadap tim dari Harian Pagi Sumatera Ekspres yang telah menggelar kegiatan tersebut. Ia menuturkan, Sumatera Ekspres juga dirasa perlu mendapatkan penghargaan sebagai surat kabar inovatif. Karena sudah memberikan semangat bagi kepala daerah untuk memiliki daya saing. “Hasilnya pun dapat bermanfaat bagi masyarakat. Saya sangat apresiasi kegiatan ini,” ucapnya.

Ia menuturkan ajang penghargaan tersebut bahkan bisa menjadi role model untuk digelar di seluruh provinsi di Indonesia. Agar kepala daerah yang telah menciptakan inovasi bisa dihargai. “Terpenting dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” bebernya.

Deru menjelaskan berbagi inovasi yang telah dilakukan nantinya harus diadopsi oleh daerah lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Kota Palembang dengan membangun mall pelayanan publik. Sehingga masyarakat hanya mendatangi satu tempat untuk mendapatkan berbagai layanan publik yang dibutuhkan. Lalu ada juga inovasi aspla karet dari Kabupaten Muba.

“Yang bisa diadopsi, InsyaAllah akan saya bawa ke kabupaten/kota lainnya,” tuturnya.

Ia mengharapkan acara tersebut bisa berkesinambungan dan digelar setiap tahunnya. Penilaiannya juga bisa diperluas. Menyentuh berbagai aspek yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat. “Inovasi yang dilakukan juga harus dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut hingga ke pelosok desa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengatakan tim penilai ada dari tiga unsur. Diantaranya dari Kemendagri yang diwakili Pusat Inovasi Dalam Negeri, Pemprov Sumsel yang diwakili Balitbangnovda dan akademisi dari Universitas Sriwijaya.

Indikator penilaian yang dilakukan tim juri menggunakan formula penghitungan Indeks Inovasi Daerah yang sudah dimiliki Kemendagri. Melalui aplikasi tersebut, berbagai kategori dimasukkan untuk mendapatkan indeks penilaian.

“Indikatornya seperti jumlah inovasi yang dihasilkan, kematangan inovasi, penyelesaian inovasi terhadap permasalahan yang ada, replikasi hingga pemanfaatannya. Inilah yang biasanya digunakan Kemendagri untuk menghitung Indeks Inovasi Daerah yang dilakukan kabupaten/kota. Biasanya diumumkan setiap tahun. Nah, ini diterakan dalam penilaian Kepala Daerah Inovatif,” bebernya.

Tidak berhenti sampai disitu. Inovas yang dimasukkan juga divalidasi melalui pemparan yang dilakukan oleh kepala daerah. “Kami mengundang seluruh daerah untuk paparan. Sehingga bisa divalidasi,” ucapnya.

Ketiga daerah pemenang, kata Ekowati, memang memiliki nilai indeks yang sangat tinggi bila dibandingkan daerah lainnya. “Palembang itu bukan hanya mall pelayanan publik saja. Ada juga inovasi lain yang masuk dalam tolok ukur penilaian. Ketiga pemenang memang tinggi dan ada korelasinya,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya