oleh

Gubernur Minta Kepala Daerah Tidak Panik

MURATARA – Gubernur Sumsel H Herman Deru, minta seluruh kepala daerah se Sumsel, tidak panik hadapi Covid-19. Gugus tugas harus menyampaikan Informasi rill, bicarakan hasil kerja gugus tugas dan jangan membuat opini.

Kondisi itu disampaikan Gubernur Sumsel, H Herman Deru secara langsung, saat melakukan kunjungan kerja di Puskodal Covid-19 Muratara, Sabtu (30/5) pukul 13.30 WIB. “Tidak ada negara manapun yang siap menghadapi Covid-19. Sampai sekarang vaksin dan obat belum di temukan. Covid-19 Jadi dasyat karena pemberitaan di media,” ungkapnya.

Dia meminta seluruh kepala daerah se Sumsel tidak panik dan membuat kebijaka aneh. Gugus tugas harus menyampaikan Informasi yang edukatif.

“Boleh menyampaikan informasi tapi tidak menakut nakuti masyarakat. Ada yang bisa dicerna sampaikan, ada yang tidak bisa dicerna, tidak usah di sampaikan. Pemerintah jangan panik, kalau kita panik warga ikut panik,” ujarnya.

Gubernur mengungkapkan, di Amerika banyak informasi mayat bertumpuk seolah yang meninggal kena corona mati semua. Menurutnya, seluruh pihak tidak tahu kapan Covid-19 berakhir, “benar yang di sampaikan presiden kita harus hidup berdampingan dengan covid-19, istilahnya new normal life. Terapkan protokol kesehatan, saling tegur saling ingatkan,” tegasnya.

Kondisi itu akan diterapkan 1 Juni 2020, semua aktivitas mulai di normalkan. Sekolah, masjid, tempat umum, boleh di buka dan kungker DPRD juga diperbolehkan untuk sekup provinsi. “Asal di terapkan standar protokol kesehatan,” tutupnya. Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat menyampaikan, pihaknya siap menjalankan intruksi dari Gubernur Sumsel dan pemerintah pusat.

Sosialisasi Covid-19 sudah diberikan kemasyarakat mengenai bahayanya korona. 25 ribu paket bantuan sosial sudah disalurkan, di 82 desa dan tujuh wilayah kelurahan. “Muratara tidak terlalu berdampak dan masih aman saja. Jumlah kasus positif 17 , meninggal negatif 4, dan ada 37 orang di isolasi,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya