oleh

Gubernur Ragukan Pelaku Penusukan Polisi Terorisme

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru, meragukan motif pelaku penusukan terhadap Polisi Lalu Lintas Polrestabes Palembang di Pos Polisi 418, Jalan Angkatan 66, Kecamatan Kemuning Jumat (4/6) siang kemarin, Berlatar belakang tindakan terorisme. MeskipunGu demikian, dia meminta pihak Kepolisian untuk melakukan pendalaman atas kejadian tersebut.

“Kalau menurut pengakuan dia (pelaku penusukan, red) adalah seorang teroris. Tapi kalau menurut saya mana ada teroris mengaku dia teroris. Apakah itu sebuah pengalihan atau semacamnya. Nanti polisi akan mendalami, apa motif pelaku sebenarnya,” ujar Deru, usai menjenguk korban di RS Bhayangkara M. Hasan, Palembang, Sabtu (5/6). Didambingi Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa, Kapolrestebes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira, dan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Dra Lesty Nurainy.

Deru menaruh prihatin melihat kondisi korban yang terbaring dengan kepala, leher dan bagian pergelangan tangan dibalut perban. Karena ditusuk menggunakan pisau oleh pelaku. Lantas menyebut tindakan pelaku tersebut tidak dapat ditorelir karena telah menimbulkan keresahan warga Sumsel.

“Prihatin Korban di tujah (ditusuk,red) di titik fatal untung tidak meninggal. Padahal korban melayani pelaku dengan baik. Dari sini imbau kepada petugas dilapangan Polisi, TNI, Dishub, Pol-PP untuk tetap ramah tapi waspada,” harapnya.

Kapolrestabes Kota Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira mengatakan, kondisi korban yang merupakan anggotanya tersebut sekarang sudah mulai stabil.
Irvan menjelaskan, awalnya Pelaku IM (34) mendatangi Korban Bripka Ridho yang sedang didalam Pos Polisi 418, untuk menannyakan transportasi umum untuk ke Alang-alang Lebar yang menjadi tujuannya. Korban pun melayani pertanyaan tersebut, tak lama berselang tiba-tiba korban menyerang menggunakan pisau kepada korban.

“Saat kejadian korban berdua, satu ada diluar dan satu ada dialam. Pos polisi ini kan terbuka kita tidak menolak masyarakat yang alapor kepos polisi. Pelaku bertanya Pak ini kalau ke alang – alang lebar naik apa. Sudah ada percakapan antara tersangka dan petugas kami. Namun tiba-tiba dia melakukan penusukan,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya akan menaruh kamera CCTV disetiap Pos-pos polisi yang dianggap rawan. Supaya mempermudah penyelidikan apabila terjadi kejadian seperti ini.

“Akan kita tambah kamera CCTV setiap pos polisi yang dirasa rawan. Agar mempermudah penyidikan bila terjadi sesuatu. Hal tersebut juga sudah dibahas dengan Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi. Mereka bersedia memfasilitasi pengadaan CCTV tersebut,” tandasnya (Bim)

Komentar

Berita Lainnya