oleh

Gubernur Siapkan Hadiah Bagi Ribuan Penerima Remisi Kemerdekaan di Lapas Merah Mata

SUMEKS.CO – Gubernur Sumsel, Herman Deru, akan membagikan hadiah kepada ribuan warga binaan penerima remisi kemerdekaan pada peringatan HUT ke-75 RI yang dipusatkan di Lapas Merah Mata nanti.

Hal itu diungkapkannya saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumsel, Ajub Suratman, beserta rombongan di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (12/8).

Berdasarkan informasi yang disampaikan, sedikitnya ada 7.577 penghuni lapas se-Sumsel yang akan mendapatkan remisi. Diantaranya, sebanyak 91 orang langsung menghirup udara bebas. Untuk tahun ini penyerahan remisi tersebut rencananya digelar di Lapas Merah Mata.

Dikatakan Gubernur Sumsel, perayaan hari kemerdekaan merupakan hak semua warga Indonesia termasuk penghuni lapas. Oleh karena itu, penyerahan remisi memperingati HUT Kemerdekaan tersebut diharapkannya digelar dengan istimewa.

“Bisa diisi dengan taushiyah dan tidak perlu terlalu formal yang penting beda dari sebelumnya. Meski pandemi semoga makna perayaan hari kemerdekaan RI tetap tak kehilangan maknanya,” ujar HD.

Tak hanya memberikan remisi secara simbolis, pada acara tersebut Herman Deru berencana memberikan oleh-oleh kecil berupa peci bagi sekitar 1.617 penghuni lapas merah mata dan 91 orang yang dinyatakan bebas. Ia juga berencana memberikan ongkos bagi mereka yang bebas untuk kembali ke keluarga dan masyarakat.

Sesuai rencana setelah pemberian remisi, HD juga akan meresmikan Rumah Tahfidz yang ada di lapas tersebut serta melakukan panen ikan hasil kelolaan penghuni lapas. Bahkan HD akan memboyong 4 orang Duta Narkoba Milenial Sumsel untuk melakukan sosialisasi di Lapas Merah Mata.

Pada kesempatan itu, HD minta juga pada Kakanwil Kemenkumham yang baru dapat meningkatkan kemitraan dengan berbagai stakeholder untuk membina anak-anak lapas mengasah keterampilan.

Sehingga saat mereka bebas kembali ke masyarakat, mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

“Jadi kalau mereka keluar ada keterampilan. Misal di bidang pertanian dan lainnya. Seperti yang pernah dilakukan di Lapas Wanita Palembang. Itu bagus sekali,” pungkasnya.(ety)

 

Komentar

Berita Lainnya