oleh

Gubernur Sumsel Luncurkan Simata, Portal Transit Data Daerah Menuju Indonesia Satu Data

SUMEKS.CO – Mimpi besar masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan layanan data faktual terpadu akhirnya teralisasi. Kabar gembira itu mengudara melalui peluncuran Sistem Informasi Satu Data (Simata) oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang. Senin (23/11/2020).

Gubernur mengatakan, Simata merupakan bentuk pelayanan dari pemerintah Sumatera Selatan dalam mempercepat transformasi layanan publik. Yang difokuskan  dalam bentuk penyajian keperluan data. Seperti, data sektoral, geospasial, statistik kependudukan terbaru dan semacamnya.

Lebih lanjut, Gubernur menerangkan.  Dalam upaya mentransformasi layanan publik tersebut membutuhkan sebuah infrastruktur yang kompatibel dari organisasi perangkat daerah dan lembaga masyarakat, bahkan masyarakat secara individual yang memiliki kekhususan berkaitan basis data.

Dengan begitu Dia optimis Simata Sumsel dapat proaktif sebagai portal transit daerah terkonvergensi menuju  Indonesia satu data. “Semua pihak termasuk Detikda punya tanggung jawab menginput data, bahkan wartawan berhak menginput data.  Jadi orang luar Sumsel ketika ingin tahu Sumsel dari berbagai aspek dapat mengunduh melalui aplikasi ini,” kata Gubernur.

Konstruksi yang dibangun pemerintah Sumsel untuk melakukan transformasi layanan publik, kali ini terlihat cukup serius. Disaat yang sama Gubernur melangsungkan pengukuhan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Detikda) Sumsel.

Detikda Sumsel sendiri, merupakan sebuah badan keahlian yang didalamnya terdiri dari akademisi perguruan tinggi negri – swasta. Mereka dibentuk untuk bertugas menjadi pemandu transformasi berbasis data dalam bentuk aplikasi digital, yang komprehensif.

“Tanggung jawab Dewan Detika tidak sederhana, tugasnya dalam mengawal transformasi layanan publik. Pertama menggelar perlibatan masyarakat. Menjaga kemajuan teknologi komunikasi ini jangan sampai meninggalkan kearifan lokal,” tutup Gubernur.

Hal serupa, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo) Sumsel H Achmad Rizwan mengutarakan, melalui aplikasi Simata masyarakat dapat mudah mengakses data-data yang mereka perlukan. “Contohnya, Mahasiswa yang butuh luas suatu daerah untuk penelitiannya, hanya dengan mengakses  aplikasi tersebut tidak perlu lagi datang ke BPS atau dalam skup yang lebih besar misal dapat menjadi landasan pemerintah Sumsel  untuk melaksanakan pembangunan seperti pertumbuhan penduduk, perdagangan luar negri, pariwisata  industri dan sebagainnya,” Jelas Kadis Kominfo Sumsel.

Keterbukaan data yang ditawarkan, tentu memiliki ancaman penyalahgunaan dari kelompok luar. Yang dikhawatirkan umum justru memberi pengaruh negatif terhadap pembangunan daerah itu sendiri. Menanggapi hal tersebut, Rizwan mengungkapkan, fenomena itu peluangnya sangat kecil. Sebab pihaknya melakukan filterisasi data dan proteksi.

“Ini akan kita kembangkan terus, dengan tetap memegang prinsip satu data. sehingga data yang ada di aplikasi tersebut bisa berbagi pakai antar instansi pusat dengan instansi daerah. Tentu ada data yang sifatnya regional  tidak menjadi konsumsi pusat. Pada prinsipnya ini sudah melalui pembahasan yang komprehensif. Insyallah mimpi besarnya ini menjadi big data Sumatera Selatan,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya