oleh

Gubernur Sumsel Serahkan Dana Miliaran Untuk Bantuan Stimulan UKT Mahasiswa dan Pondok Pesantren Sumsel

SUMEKS.CO – Setelah melewati proses panjang. Dana stimulan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Mahasiswa Sumsel terdambak Virus Corona dan Pondok Pesantren terealisasikan.

Di serahkan Gubernur secara simbolis di Graha Bina Praja Jl Kapten P Tendean, Palembang. Jumat (7/8).

Sekretaris Daerah H Nasrun Umar menyampaikan setelah melewati tahap perencanaan selama tiga bulan akhirnya dana stimulan terealisasikan.

Mulai dari melakukan riset medis virus corona,  hingga dampak sosial-ekonomi masyarakat  terkhusus verivikasi data kemampuan orang tua Mahasiswa terdampak.

Dalam penyelenggaraan nya stimulan UKT bertujuan untuk memastikan Mahasiswa dan Satri Pondok Pesantren untuk dapat melangsungkan pendidikan di tengah pandemi.

Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan penyerahan stimulan UKT kepada Mahasiswa kurang mampu terdampak Virus Corona dan  Pondok Pesantren dalam menyambut adabtasi baru.  Merupakan bentuk Doa dan Kerja sama antara Pemerintah Sumsel Forkopimda-OPD dan dengan stakeholder lainnya.

Dana Stimulan UKT di berikan kepada seluruh Mahasiswa  Perguruan Tinggi Negri-Swasta termasuk yang sedang belajar di luar negeri.

Sebanyak 18.082 Mahasiswa yang akan mendapatkan bantuan. Di antara nya Universitas Sriwijaya (Unsri) mendapat  Rp 1.613 Miliar, Universitas PGRI Palembang Rp 1.495.000.000 Miliar, UIN Raden Fatah Palembang Rp 5.671 Milar dan  Dana santunan Pondok Pesantren sebesar Rp 15 Juta untuk 328 Pondok Pesantren Sumsel.

“Terima kasih untuk setiap Perguruan Tinggi Negri-Swasta yang sudah melakukan verivikasi ulang mahasiswa yang terdampak Virus Corona secara sosial-ekonomi. Namun jangan nilai angkanya tapi nilai kemanfaatannya. Semua untuk kelangsungan pendidikan,” ucap Deru.

Dia juga berharap,  Pondok Pesantren bisa menjaga kesehatan santri dengan dana tersebut. Untuk menjadi pelopor memberdayakan rumah tahfiz di wilayah nya.

“Pondok Pesantren dapat memanfaatkan rumah tahfiz dengan baik. Dana sebesar  Rp 15 juta kiranya bisa di manfaatkan untuk penerapan protokol kesehatan di sana,’ tambahnya menerangkan.

Berperan sebagai pihak penerima dana stimulan, inisiasi Pemerintah Sumsel di sambut baik jajaran  Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren.

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan Iwan Stia Budi S.Km M. Kes. Dia apresiasi bantuan tersebut, di mana Unsri telah memverivikasi Mahasiswa terdampak sebanyak 1.626 orang.

“Mewakili Rektor saya sampaikan terima kasih. Dana ini akan meringankan Mahasiswa. Dimana setiap Mahasiswa mendapatkan keringanan sebesar Rp 1 juta selama 2 semester perkuliahan,” sampainya kepada SUMEKS.CO.

Hal serupa di sampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tauhidil Muklisin Kabupaten OKI, KH Abayuris Al Palimbani SH.

Sebagai Kepala Daerah H Herman Deru benar-benar memperhatikan keberadaan Pondok Pesantren. Bantuan terus mengalir. Mulai dari Infrastruktur, pendidikan santri  hingga kesehatan nya.

“Patut kita hargai niatan Gubernur yang komitmen memberikan stimulan demi kelangsungan pendidikan santri yang di ketahui termasuk santri  yang belajar di Kairo Mesir. Termasuk kesehatan mereka. Terima kasih pak Gubernur,” ucap Abayuris. (Bima/Mg1)

Komentar

Berita Lainnya