oleh

Gubernur Sumsel Support Asparagus Rihlah ke Sumsel

PALEMBANG – Asparagus adalah singkatan dari Aspirasi Para Lora dan Gus. Pemilihan akronim ini didasari mudahnya penyebutan yang diharapkan mudah diingat.

Lora adalah sebutan Putra Kyai ( Pengasuh Ponpes ) Madura. Sedangkan Gus adalah disematkan pada putra pengasuh pesantren yang berada di wilayah Jawa.

Ketua forum KPI KH.Baharuddin sedang menunjukan sejumlah buku terbitan forum KPI. Foto : Tejo/Sumeks.co

Ya, menurut Gus Athok Pimpinan Ponpes Al Ibrohimi Manyar Gresik, anggota Asparagus, komunitas para kyai muda ini akan turut aktif mengembangkan dakwah Ahli Sunnah Wal Jamaah dan hubbul wathon, rihlah (perjalanan dakwah) ke Sumsel.

Dan kemarin (11 / 7 ) panitia Rihlah ke Sumsel KH Hendra Zainuddin di dampingi H Mahmud menghadap Gubernur Sumsel H Herman Deru. ” Gubernur H Herman Deru sudah komitmen menyuppot kegiatan Asparagus,” jelas KH Hendra, yang juga pengasuh Ponpes Aulia Cendekia ini.

Suasana rapat koordinasi. Foto : Tejo/Sumeks.co

Tahap awal Rihlah Asparagus akan bersilaturahmi dengan Gubernur Sumsel dan pemuka agama di Sumsel, 16 – 18 Juli 2019. Ada 51 kyai yang akan datang dari pesantren berpengaruh dan harismatik . Ada pesantren dari Gresik, Kediri, Jember, Surabaya, Malang, Jombang, Tulungagung, Trenggalek, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Wonosobo, Nganjuk dan Pamekasan.
Sebelumnya, tim Panitia Rihlah juga sudah berkoordinasi dengan komunitas Kader Posyandu Indonesia (KPI) Sumsel.

Komunitas dengan jumlah emak emak terbanyak dengan kader yang mengakar ini akan bersinergi dengan aktivitas Asparagus.
Ketua Forum KPI Sumsel KH Baharuddin, dan para pengurus KPI siap bersinergi dengan para kyai kyai muda Asparagus.

Apalagi, Forum lembaga KPI ini di dalamya banyak sosok penggiat keagamaan. ” Cek Bahar panggilan KH Baharuddin siap menyupportnya, ” kata H Mahmud usai rapat dengan pengurus FKPI. (tjo).

Komentar

Berita Lainnya