oleh

Guru Agama Dituntut Berinovasi

MUARA ENIM – Madrasah Tsanawiyah (Mts) Negeri 2 Muara Enim menggelar pembinaan bagi para guru pendidikan agama islam (PAI). Pembinaan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan berinovasi dalam mengajar agama islam di sekolah.

Sundari selaku wakil kepala madrasah bagian kurikulum, Mts Negeri 2 Muara Enim mengatakan pembinaan diadakan sesuai tentang KMA (Keputusan Menteri Agama).

Menurutnya, Kementerian Agama telah menerbitkan keputusan menteri agama (KMA) Nomor 183 tahun 2019 tentang kurikulum agama islam (PAI) dan bahasa arab di madrasah. Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

“Dengan diadakannya pembinaan ini dapat mendorong guru lebih berinovasi dalam mengajar dan membangkitkan semangat siswa untuk belajar agar memiliki pola pikir dan sikap keagamaan yang moderat, inklusif, berbudaya, religious,” ujar Sundari.

Sementara kepala Mts Negeri 2 Muara Enim, Abuddarda menambahkan karena sekolah madrasahlebih menekankan ke agama islam, maka dirinya berharap agar guru madrasah terutama guru agama lebih berinovasi dalam urusan keagamaan. “Harapannnya agar dapat menciptakan siswa siswi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, produktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif,”ungkapnya.

Mengacu pada KMA 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah diterbitkan untuk mendorong dan memberi aturan bagaimana berinovasi dalam implementasi kurikulum madrasah serta memberikan payung hukum dalam pengembangan kekhasan Madrasah, pengembangan penguatan Karakter, Pendidikan Anti Korupsi dan Pengembangan Moderasi Beragama pada Madrasah.

Sebagaimana penjelasan KMA 183 Tahun 2019 bahwa tujuan pengembangan kurikulum PAI yaitu untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki pola pikir dan sikap keagamaan yang moderat, inklusif, berbudaya, religius serta memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, produktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif serta mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya