oleh

Guru Aniaya Guru! Terjadi di Dalam Kelas, Disaksikan Murid

SUMEKS.CO – Seorang guru perempuan mata pelajaran PPKN, inisial S di salah-satu SMP Negeri di kota Prabumulih, Sumsel  mengaku telah menjadi korban penganiayaan. Pelaku  diduga guru laki-laki yang mengajar mata pelajaran olahraga di sekolah yang sama, inisial D.

Akibat penganiayaan itu, S mengaku menderita memar di beberapa bagian tubuh dan melaporkan D ke Polres Prabumulih.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian penganiayaan terhadap S, guru PNS mata pelajaran PPKN itu dilakukan D yang merupakan guru status honorer di dalam kelas dan disaksikan beberapa murid dan guru yang menjadi saksi mata.

Kapolres Prabumulih AKBP I wayan Sudarmaya melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman membenarkan pihaknya sudah menerima laporan korban. Dalam laporannya, keributan itu diduga karena adanya ketersinggungan yang berawal dari masalah pribadi kedua guru tersebut yang menyebabkan cekcok mulut dan berujung pada dugaan penganiayaan.

Dikatakan Abdul, keributan itu terjadi di kelas saat jam belajar. “Guru tersebut menderita luka memar di beberapa bagian tubuhnya dan sudah menjalani visum. Kita terus lakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari sejumlah siswa yang melihat kejadian itu,” imbuhnya seraya menyebut secepatnya juga akan memanggil D.

Jika nantinya terbukti ada unsur pidana, kata dia. Maka akan dilanjutkan ke proses hukum hingga ke JPU. Dimana Pasal yang dikenakan jika D terbukti bersalah adalah Pasal 359 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, Kusron mengaku sudah mendengar adanya guru SMP yang menjadi korban penganiayaan. “Sudah kami panggil, Kepsek dan guru juga sudah dimintai keterangan,” jelasnya.

Karena penganiayaan sifatnya berhubungan internal maka akan diselesaikan secara internal. “Guru tersebut ada yang sudah PNS dan ada yang masih PHL. Kalau memang guru yang dilaporkan bersalah maka jelas akan dikenakan sanksi sesuai aturan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE menyebutkan peristiwa penganiayaan yang dialami guru SMP dan pelakunya juga seorang guru di sekolah yang sama sangat tidak etis.  “Apalagi seorang guru yang semestinya jadi panutan anak-anak kita. Kalau dia sampai berkelahi, memukul apalagi main fisik perempuan itu sangat tidak etis,” tukasnya. (chy)

 

Komentar

Berita Lainnya