oleh

Guru Harus Dilengkapi Literasi Digital

PALEMBANG – Menghadapi era revolusi industri 4.0 yang memiliki persaingan kian ketat, menuntut tenaga pendidik dan pendidik di Indonesia harus melengkapi diri mereka dengan literasi digital.

Pengembangan Teknologi Pembelajaran Ahli Utama Pustekkom Kemendikbud, Dr Soemarno mengungkapkan bahwa transisi tersebut juga harus dikebut dalam dunia pendidikan.

“Para guru sebagai tenaga pendidik wajib melek teknologi. Metode pembelajaran zaman dahulu yang terpaku hanya pada buku, kini harus mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan beragam kemudahan di era kekinian,” kata Soemarno pada seminar Eduday 2019 Palembang: Transformasi Pendidikan dalam menghadapi Indonesia 4.0 di Hotel Novotel Palembang, Selasa (24/9).

Ditambahkan dia, guru sebagai mewariskan generasi harus memenuhi tuntutan keterampilan saat ini. Dari pahlawan tanda jasa inilah nantinya anak bangsa akan mempersiapkan SDM yang siap saing di era 4.0. Maka itu, guru harus berinovasi mulai dari tingkatan PAUD hingga SMA untuk memberikan pelajaran melalui digital teknologi.

“Seperti kita ini kan produk masa lalu. Tuntutan keterampilan yang harus dipenuhi saat ini untuk memenuhi jenis pekerjaan di masa mendatang. Maka literasi pendidikan ini sangat penting,” ungkap Soemarno.

Sementara itu, Education Lead Public Sector Microsoft, Benny Kusuma mengungkapkan, dalam menghadapi transformasi Indonesia 4.0, berbagai tantangan harus dihadapi Indonesia, khususnya di dalam dunia pendidikan, Microsoft selaku salah satu perusahaan berbasis teknologi juga terus berupaya dalam membantu dunia pendidikan dalam bertransformasi di era digital.

“Kami terus membantu seperti melalui kegiatan pelatihan terhadap para guru, serta memanfaatkan berbagai alat yang dapat digunakan di setiap sekolah,” katanya.

Saat ini teknologi banyak berbasis digital. Dalam hal ini Microsoft menyediakan Platformnya kepada sekolah maupun guru untuk bertranformasi. Dengan adanya Platform yang disediakan oleh Microsoft, guru dan murid dapat melakukan komunikasi pada Platform yang sama, sehingga guru tidak terbebani oleh suatu aplikasi yang harus dipelajari ulang.

“Murid-murid juga nantinya akan menyukai karena dinilai menarik serta mudah untuk difungsikan dan juga kolaboratif bagi mereka,” terang Benny.

Kepala UPTD Balai Teknologi Dinas Pendidikan Sumsel, Dra Nurlina mengatakan, Disdik Sumsel terus mengimbangi teknologi 4.0. Dari sisi pendidikan pihaknya terus mengikuti transformasi digital dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dari 945 SMA yang ada di Sumsel, sekitar 96 persen diantaranya telah menerapkan sistem UNBK dalam menghadapi ujian akhir. Pada tahun ini pihaknya menargetkan sistem komputerisasi itu bisa dilakukan 100 persen di SMA di Sumsel.

“Prioritas kita saat ini bagaimana ciptakan budaya beralih dari konvensional ke teknologi. Kita juga fokus terhadap peningkatan mutu pendidikan khususnya di daerah tertinggal dan terluar di Sumsel,” terang Nurlina.(ety)

Komentar

Berita Lainnya