oleh

Guru Honorer dan Wali Murid Laporkan Kepsek, Disinyalir Potong Upah dan Jual Belikan Buku

Sumeks.co – Malang Nasib sejumlah guru honorer di SD 106 Palembang. Pahlawan tanpa tanda jasa ini informasinya hanya menerima gaji sekitar Rp300 ribu setiap bulan. Padahal gaji guru honorer diketahui mengalami kenaikan sejak bulan Januari lalu.

“Sudah sembilan bulan kami tidak mengalami kenaikan. Padahal Surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Palembang sudah mengalami kenaikan di Bulan Januari di tahun 2020,” Ungkap Y (28), salah satu guru honorer kepada Sumeks.co, Jumat (11/9).

Berbeda dengan sekolah lain yang diberikan kenaikan gaji oleh Kepala Sekolah mereka, di SD Negeri 106 ini tidak ada sama sekali. Bahkan informasi lain menyebut jika di tempatnya mengajar itu ada praktik jual beli buku yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah.

Belum lagi Kuota Internet yang seharusnya dibayarkan hingga sekarang belum ada pembayaran, slip gaji honorer yang tidak sesuai dimana hanya berbentuk nota tulis. Begitu juga penggunaan dana bos untuk konsumsi sekolah yang tidak ada sama sekali.

“Surat edaran dari Dinas Pendidikan tidak berlaku di sekolah kami. Kalau ditanya (Kepsek) marah dan ngomong kalau tidak ada yang bisa menggeser jabatannya bahkan Kepala Dinas sekalipun, ” Ujarnya.

Sementara mengenai jual beli buku, salah satu wali murid yang dihubungi juga mengakui hal yang sama. Mereka yang keberatan saat anaknya membeli buku ajar yang seharusnya didanai lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) justru mendapat jawaban jika pihak sekolah sedang tidak ada dana.

Wali murid yang meminta namanya disamarkan itu menjelaskan jika salah satu buku yang dijual adalah Metode Belajar Praktis (Modul) kayak LKS tetapi tebal bukunya 130 halaman. “Tetapi buku ini di jual belikan oleh pihak sekolah dengan seharga satu buku Rp. 48.000 ribu,” katanya.

Ia menambahkan dalam jual beli buku tersebut dalam setahun bisa untuk siswa di mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 Yang di wajibkan sebanyak 8 Buku. Padahal buku banyak tidak terpakai. “Paling lima sampai 10 lembar yang dipakai, ” Ungkapnya. (Dey)

Komentar

Berita Lainnya