oleh

H Halim: Setop Perdebatan Nama Masjid Agung

PALEMBANG – Tokoh masyarakat Palembang sekaligus Ketua Pembina Yayasan Masjid Agung (YMA), Kms H Halim Ali, meminta untuk menghentikan segala macam perdebatan soal pergantian nama Masjid Agung Palembang. Dari sebelumnya Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, menjadi Masjid Agung SMB Jayo Wikramo.

”Janganlah lagi nama masjid ini dipersoalkan, jangan saling caci-mencaci. Termasuk, hilangkan segala macam pikiran buruk dan kotor terkait pembangunan Masjid Agung ini.

Malu kita kepada pendiri masjid ini yang ingin menjadikannya sebagai tempat ibadah bagi umat muslim di Kota Palembang sejak berabad-abad yang lalu,” pintanya, dalam pengukuhan nama Masjid Agung, Sabtu pagi(2/2).

Mengutip buku Selayang Pandang yang diterbitkan YMA tahun 2019 ini:

Cikal bakal pembangunan Masjid Agung Palembang ini diprakarsai oleh SMB Jayo Wikramo atau SMB I pada 1758 Masehi.

SMB Jayo Wikramo dikenal sebagai sosok pemimpin yang alim, soleh, dengan segudang konsep pemikirannya yang modern.

Peletakan batu pertama dilakukan Senin 1 Jumadil Akhir 1151 Hijriah (1738 Masehi).

Dan baru diresmikan Senin, 28 Jumadil Awal 1611 Hijriah (1748 Masehi).

Kemudian pada 1999, dilakukan renovasi besar-besaran tanpa menghilangkan ciri khas Masjid Agung.

Itu atas prakarsa H Taufik Kiemas, suami mantan Presiden Hj Megawati Soekarnoputri.(kms/air/ce2)

Komentar

Berita Lainnya