oleh

Habib Bahar Huni Rutan Polda Jabar

-Nasional-392 views

JAKARTA – Penyidik Direktorat Reskrim Umum Polda Jawa Barat telah melakukan penyerahan berkas tahap dua kasus penganiayaan anak di bawah umur dengan tersangka ustad Habib Bahar bin Smith kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/2) kemarin.

Dengan penyerahan itu, persidangan Habib Bahar tinggal menunggu hari.

Dari keterangan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri, Kejari Kabupaten Bogor sebagai jaksa penuntut umum (JPU) segera akan menyidangkan Habib Bahar bin Smith dan tersangka lain MAB dan AY, pasca pelimpahan tahap dua dari penyidik.

Penyerahan tahap dua tersebut sebagai tindaklanjut telah lengkapnya berkas tersangka baik formil maupun materil sebagaimana dinyatakan tim JPU.

”Selanjutnya tim JPU akan menyusun surat dakwaan yang nantinya akan dilimpahkan ke pengadilan bersamaan dengan berkas perkara tersangka, katanya saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network (FIN).

Dia menegaskan terhadap tersangka tetap dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Nomor : Print-342/0.2.33/Ep.2/02/2019 tanggal 04 Februari 2019.

Adapun pasal yang disangkakan kepada Habib Bahar berlapis. Sangkaaan kesatu diduga melanggar Pasal 333 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan Kedua Primair : Pasal 170 Ke-2 KUHP.

Kemudian Subsidair melanggar Pasal 170 Ke-1 KUHP, Lebih Subsidair : Pasal 351 Ayat (2) KUHP, Lebih-Lebih Subsidair : Pasal 351 Ayat (1) KUHP dan Ketiga : Pasal 80 Ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka ditahan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 4 Februari 2019 sampai dengan tanggal 23 Februari 2019 di Rutan Polda Jawa Barat, tutupnya.

Sementara sejumlah pihak khawatir proses persidangan kasus ini akan digiring menjadi komoditas isu pilpres yang terus menghangat.

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) mengatakan persidangan ustad Habib Bahar bin Smith akan berujung menjadi komoditas politik dengan jargon kriminalisasi ulama. Tensi politik jelang Pilpres semakin menghangat.

“Kalau soal tensi pasti akan pengaruh. Akan digoreng terus isu ini, ini dapat mempengaruhi pilpres,” katanya di Jakarta, Selasa (5/2).

Menurutnya, persidangan tersebut juga akan dijadikan senjata untuk melakukan penggiringan opini politik yang dapat menguntungkan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

Selama ini opini terbentuk dimasyarakat adanya kriminalisasi ulama oleh pemerintah, meskipun sudah dibantah, namun opini tersebut nampaknya sulit luntur.

“Harusnya hukum jangan dihubungkan dengan politik, ini dapat berdampak negatif dan sangat buruk,” jelasnya.

Dia menyarankan agar proses sidang Habib Bahar terus dikawal dan bersih dari kepentingan politis.

”Kalau soal sidang, tensi politik memanas pasti ada pengaruhnya, inj pasti akan digiring opininya ke politik, jadi tetap hukum tapi dimainkan penggiringan opini ke politik,”,tegasnya.

Jerry mengakui, akan sulit melihat situasi saat ini yang tidak dikaitan dengan politik, apalagi menjelang Pilpres 2019. Apapun yang dilakukan dan terjadi akan dikaitkan dengan politik demi mendapatkan keuntungan dari peristiwa atau kejadian politik terdebut.

“Sekarang ini apa yang tidak dikaitkan dengan politik, pasti arahnya ditarik ke arah politik demi menguntungkan salah satu calon,” ujarnya.(lan/fin)

Komentar

Berita Lainnya