oleh

Hadirkan Menu Model Lobster ditengah Pandemi, Hanya Ada di Pempek Sulthan

SUMEKS.CO – Dimasa pandemi Covid -19 seperti saat ini, membuat para pemilik usaha di Palembang terus melakukan inovasi dan berkreasi terutama di industri kuliner.

Salah satu nya yang dilakukan
ILhamsyah Efendi General Manager restoran pempek sultan pindang agan yang berada di dalam komplek Ilir Barat Permai / Ramayana store Palembang.

ILhamsyah Efendi melalui Outlet managernya Saidi Ali mengatakan bahwa restoran nya menawarkan konsep penyajian baru untuk menu kuliner khas Palembang yang di beri nama model pandemi lobster, model dengan lobster atau udang besar.

” Model yang merupakan salah satu kuliner khas Palembang, selama ini di jual orang hanya di isi dengan tahu, maka di saat pandemi seperti saat ini, kami menciptakan menu terbaru yang kami beri nama model pandemi lobster,” jelasnya. Selasa (28/7/2020).

Menu kuliner Model pandemi lobster merupakan pertama dan satu satunya ada di Palembang dan tidak meniru kuliner lain nya, Ia mengaku model pandemi lobster milik nya ternyata baru dikenalkan ke publik di awal bulan Juli ini.

” Awalnya karena stock lobster di restoran kita berlimpah, lalu sharing bersama maka terciptalah model pandemi lobster ini, ” katanya.

Untuk berat lobster yang pihaknya gunakan memiliki berat 500 gram sehingga lebih besar dan lebih puas untuk memakan nya, dan sejak awal di kenalkan ke publik model pandemi lobster sudah laku terjual lebih dari 100 porsi.

Penyajian model pandemi lobster tidak rumitlah rumit, kuah model yang bercampur kaldu lobster terasa lebih gurih. Pada bagian perut dan ekor lobster juga diisi adonan model yang terbuat dari percampuran ikan giling dan tepung sagu yang berkualitas.

” Bercampur dengan daging lobster bercita rasa manis. Teksturnya yang tampak keras setelah digigit, begitu crunchy alias garing. Selain itu, aroma kaldu hangat yang dituang dalam mangkuk membuat sajian model pandemi lobster menggugah selera,” katanya.

Dalam satu porsi model pandemi lobster, tersaji dengan kuah kaldu, daun sop, bawang goreng, dan lima biji tekwan berukuran sedang. Jika menyukai pedas, penikmat model pandemi lobster bisa menambahkan sambal sesuai selera atau mencampurkan kecap manis maupun saus.

“Kita pilih lobster, karena penyajiannya tidak rumit. Terus inovasi kuliner model seafood kan belum ada. Lobster sebelumnya, dibersihkan dengan membuang kotoran di bagian kepalanya,” katanya.

Saidi Ali menerangkan, proses pembuatan model pandemi lobster memang tidak sulit dan pihaknya tidak mengalami hambatan untuk menemukan jenis lobster berkualitas super di Palembang karenakan pihaknya juga menjual kuliner seafood dan juga menyediakan western food.

” Untuk harga satu porsi, kami jual di harga Rp 45 ribu saja,” ujarnya.

Dalam pengolahan model pandemi lobster miliknya tidak sulit apalagi pihaknya sudah biasa mengolah kuliner khas Palembang.

” Lobster yang telah dicuci bersih, kemudian hilangkan bagian kotornya. Lalu lobster direbus hingga setengah matang. Di angkat, isi lobster dengan adonan model, dan di balut. Lalu rebus kembali agar tidak ada aroma anyir dan siap disajikan,” jelasnya lagi.

Restoran pempek sultan pindang agan mulai pelayanan dibuka jam 9 pagi hingga pukul 9 malam untuk di weekday. Jika di weekend mulai dari jam 9 pagi hingga pukul 11 malam dan khusus malam Minggu ada penampilan akustik band dan di hari minggu ada singel keyboard.

” Bila pembeli tidak sempat datang langsung ke restoran untuk menikmati model pandemi lobster, kami juga menjualnya lewat aplikasi ojek online,” tuturnya.(att/nur)

Komentar

Berita Lainnya