oleh

Halau Gajah, Saridi Terluka Parah

SUMEKS.CO – Konflik gajah dan manusia kembali terjadi di kawasan hutan Marga, Kecamatan Semaka, Tanggamus. Belasan hewan berbelalai itu turun ke perkebunan dan merusak tanaman.

Kepala Pekon Sidomulyo Boniran mengatakan, gajah-gajah ini terlihat sejak awal Februari. ”Sejak awal Februari (kawanan gajah) memang sudah turun dan masuk ke perkebunan,” kata Boniran.

Sementara Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto mengungkapkan, satuan tugas (Satgas) penanggulangan konflik satwa juga sudah berupaya menggiring gajah.

Namun saat proses menghalau ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), kawanan gajah berbalik dan menghantam salah seorang petugas.

Akibatnya, petugas yang diketahui bernama Saridi (34), asal Pekon Sukajaya itu mengalami luka cukup parah karena tertusuk caling gajah pada bagian paha kanan hingga menembus tulang.

Saridi langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung untuk mendapat pertolongan medis.

“Satgas sudah berupaya menggiring kawanan gajah masuk ke kawasan TNBBS, Jumat (7/2). Namun saat proses penggiringan, ada warga dari atas yang turun bawa kayu bakar. Mungkin gajahnya marah dan berbalik lalu menerobos anggota Satgas,” kata Iptu Heri dihubungi melalui ponselnya.

Heri menjelaskan, konflik antara manusia dengan kawanan gajah yang berjumlah 12 ekor itu sudah berlangsung sejak Rabu (5/2). Kawanan gajah masuk ke Hutan Marga di Pekon Karangagung, Sidomulyo dan Tulungasahan.

Gajah-gajah ini turun ke perkebunan warga karena merasa habitatnya terjamah manusia. Selain itu, kemungkinan karena stok makanan di dalam hutan sudah berkurang, sehingga kawanan gajah turun ke perkebunan.

”Jika dipikir secara logika, gajah itu kalau hidupnya aman dan nyaman, nggak mungkin turun ke perkebunan. Mungkin rumahnya sudah terjamah manusia dan merasa terusik, sehingga turun ke perkebunan,” tegasnya. (uji/ehl/ais/radarlampung.co.id)

Komentar

Berita Lainnya